Sepanjang Tahun 2017, Hacker Berhasil Kumpulkan Uang Rp 2.390 Triliun

Ilustrasi. Foto : net/ist

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),- Perusahaan anti virus terkenal di dunia, Norton by Symantec merilis uang yang berhasil diraup oleh para hacker di dunia di tahun 2017.

Dalam laporannya Norton Cyber Security Insights 2017, para peretas ini menghasilkan 172 miliar dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 2.390 triliun, dari 978 juta korban yang ada di 20 negara pada tahun 2017.

Menurut Norton, para hacker ini dalam membobol uang korban yaitu dengan memanfaatkan celah dari kelengahan atau prilaku korban dalam berselancar di dunia maya. Korban merasa aman ketika menggunakan internet.

Ditulis Norton by Symantec yang mengutip dari Tekno Liputan6.com, secara umum korban hacker mempunyai karakteristik yang serupa. Biasanya para korban tersebut dalam berinternet sehari-harinya menggunakan lebih dari satu perangkat, namun tak mempunyai ilmu mendasar perihal keamanan siber.

Mereka condong memakai password yang tidak berbeda dengan akun lainnya, atau men-share (membagikan) password tersebut kepada orang lain.

Data dari Norton ada sebanyak 39% yang menjadi korban hacker secara global. Walaupun mereka menjadi korban kejahatan siber, akan tetapi para korban tersebut tetap percaya diri menjaga privasinya dan data dari hacker di masa depan.

Norton by Symantec juga mencatat, penjahat siber dengan motif finansial memang kerap terjadi di Tanah Air. Motif paling banyak dilakukan oleh ransomware dengan target finansial itu berupa serangan spear phishing pada jasa keuangan serta penipuan bank.

Sementara dari laporan Internet Security Threat Reports (ISTR), malware ransomware yang dijadikan senjata oleh para hacker pada 2016 memperoleh permintaan tebusan kepada korban lebih banyak ketimbang yang terjadi pada tahun 2017.

Namun sebaliknya, bahaya yang mengancam pengguna mobile atau ponsel dari tahun ke tahun malah semakin bertambah. Itu terlihat di tahun 2017, rata-rata ada 24.000 aplikasi smartphone berbahaya yang terblokir setiap hari.

Baik malware, spam, virus, host phising atau serangan lainnya yang mengancam mobile mengalami peningkatan, seperti ditahun 2016 sebanyak 1,29%, dan meningkat ditahun 2017 menjadi 1,67%. (Adi/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA