Akibat Kekeringan, Hektaran Sawah di Pamarican Ciamis Terancam Gagal Panen

Ancaman gagal panen saat ini sedang menghantui ratusan petani di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pasalnya ratusan hektar sawah yang baru saja ditanami padi kini dilanda kekeringan akibat kekurangan pasokan air. Foto : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ancaman gagal panen saat ini sedang menghantui ratusan petani di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.  Pasalnya ratusan hektar sawah yang baru saja ditanami padi kini dilanda kekeringan akibat kekurangan pasokan air.

Ketua Gapoktan Desa Sidaharja, Ismanudin, saat dihubungi Koran HR, Selasa (08/05/2018), mengatakan, hampir seluruh area pesawahan di wilayahnya kini dilanda kekeringan serta diserang hama tikus. Kondisi itu tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan terjadinya gagal panen.

“Sekitar 50 hektar sawah sekarang sedang dilanda kekeringan. Sedangkan 25 hektar diantaranya diserang hama tikus. Akibatnya, petani merasa was-was dengan kondisi ini,” katanya.

Ismanudin menjelaskan, untuk menangggulangi terjadinya kekeringan yang berimbas terhadap kematian tanaman padi, sebagian kelompok tani sudah mulai menurunkan pompanisasi.

“Namun demikian, rasa khawatir dan cemas tetap saja menghantui perasaan petani,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Gapoktan Desa Sukamukti, Hamid, saat dihubungi Koran HR, Selasa (08/05/2018), membenarkan kondisi kekeringan yang terjadi saat ini membuat para petani di wilayahnya cemas dan khawatir tidak bisa panen.

“Sekitar 176 hektar sawah yang baru saja ditanami padi kini sudah dilanda kekeringan,. Bahkan sebagian diantaranya sudah mulai mengering akibat tidak adanya pasokan air. Untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen, kami mulai menerjunkan pompanisasi,” katanya.

Meski begitu, kata Hamid, petani merasa yakin tidak semua area pesawahan bisa terairi. Hal ini disebabkan lantaran kurangnya jumlah pompa yang ada di beberapa kelompok. Dia berharap pemerintah membantu petani dalam menangani kondisi tersebut.

Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Pamarican, Ani Alviah, ketika dimintai tanggapan, Selasa (08/05/2018), mengatakan, kekeringan yang melanda area sawah petani itu disebabkan kurangnya pasokan air akibat tidak adanya curah hujan.

“Di Pamarcian saat ini hampir seluruh area pertanian mengalami kekeringan. Sebagian besar area pesawahan di Pamarican adalah sawah yang tidak terjangkau oleh irigasi. Untuk menanggulangi masalah kekeringan ini, kami sudah mengintruksikan seluruh Gapoktan agar segera menurunkan pompanisasi,” katanya. (Suherman/Koran HR)

KOMENTAR ANDA