Cara Unik PPK Kecamatan Banjar Sosialisasikan Pilkada Serentak 2018

Dogong awi yang merupakan salah satu permainan tradisional di kegiatan Alimpaido yang diadakan oleh PPK Banjar, di lapang Sari Indah, Banjar Kolot, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Minggu (6/5/2018). Foto : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Banjar, menggelar sosialisasi Pilkada 2018 dengan cara unik. Mereka mengemas sosialisasi tersebut dengan menggelar Alimpaido, di lapang Sari Indah, Banjar Kolot, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Minggu (6/5/2018).

Kegiatan yang diikuti oleh warga dari perwakilan setiap desa dan kelurahan se Kecamatan Banjar, Kota Banjar, disambut gembira oleh para peserta. Pasalnya, permainan tersebut bisa mengenang atau mengingat kembali permainan zaman dulu.

Ketua PPK Kecamatan Banjar sekaligus ketua penyelenggara kegiatan, Alfin Nurhadi mengatakan, bahwa Alimpaido merupakan sebuah gabungan permainan tradisional yang sering di mainkan oleh anak-anak pada jaman dulu, permainan tradisional tersebut seperti Egrang, Sorodot Gaplok, Rorodaan, Parengket Jengkol, dan Tetembakan.

“Kami sengaja menggelar Alimpaido karena selain sosialisasi pilkada serentak, juga dalam permainan ini mengandung nilai-nilai yang membuat warga senang,” ujarnya.

Selain itu, imbuhnya, permainan ini juga menimbulkan rasa nasionalisme yang sangat tinggi, sekaligus upaya untuk melestarikan kembali permainan tradisional.

“Dan pada intinya, kami berharap kebersamaan masyarakat Banjar dalam mensukseskan pilkada serentak nanti,” tuturnya.

Alfin menambahkan, dengan adanya acara ini, diharapkan generasi muda dan masyarakat modern tidak lagi asing dengan berbagai permainan dan olahraga tradisional.

“Generasi baru sekarang jarang yang mengenal permainan-permainan zaman dalu, makanya kami mencoba mensosialisasikan kembali lewat kegiatan ini, sekaligus sosialisasi pilkada serentak,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, para pemenang berhak mendapatkan hadiah-hadiah menarik dari panitia. (Hermanto/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA