Dana Bantuan Minim, Sekolah di Banjar Ini Terpaksa Tarik Iuran Kegiatan Perpisahan Siswa

Pelaksanaan kegiatan kreasi siswa wisuda purna bhakti SMKN 3 Kota Banjar angkatan ke-VIII, yang digelar di halaman sekolahnya, Senin pekan lalu. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pelaksanaan perpisahan atau pelepasan siswa kelas akhir di sejumlah sekolah di Kota Banjar baik tingkat SMP atau SMA/SMK tahun ajaran 2017/2018 ini tampahnya masih belum bisa tertanggulangi oleh dana bantuan yang ada di sekolah.

Atas kondisi itu, penyelenggaraan kegiatan tersebut masih diwarnai tarikan iuran yang dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama pihak komite sekolah dan orang tua siswa, dengan besaran bervariasi di setiap sekolah.

Hal ini menandakan bahwa tarikan iuran untuk kegiatan perpisahan siswa sulit diberantas. Patut dicermati pula soal implementasi larangan pungutan iuran sebagaimana penegasan Permendikbud No.75/2016 tentang Revitalisasi Komite Sekolah, dan Perpres No.87/2016 tentang Saber Pungli.

Seperti pada pelaksanaan kreasi siswa wisuda purna bhakti SMKN 3 Kota Banjar angkatan ke-VIII, yang digelar di halaman sekolahnya, Senin (30/04/2018). Pelepasan 473 siswa kelas XII itu, bisa sukses digelar atas dukungan orang tua siswa melalui tarikan iuran sebesar Rp 100 ribu lebih.

Menanggapi hal itu, Staf Wakasek bidang Humas SMKN 3 Kota Banjar, Enceng, mengakui, untuk tahun ini memang masih ada iuran untuk perpisahan sekitar Rp 100 ribuan, dengan pengelolaannya oleh komite bersama panitia.

“Penarikan iuran itu dasarnya kesepakatan bersama antara orang tua siswa dan komite sekolah. Alhamdulillah dengan keterbatasan yang ada, meskipun belum semua siswa bayar iuran, tapi sesuai rencana acara pelepasan kita laksanakan hari ini. Ya itu tadi, berkat dukungan iuran siswa,” tandas Enceng, saat ditemui Koran HR, di sela-sela acara kreasi siswa wisuda purna bhakti SMKN 3 Kota Banjar angkatan ke-VIII, Senin (30/04/2018).

Senada yang dikatakan ketua panitia acara, Suyud, saat memberikan sambutan dalam acara tersebut, bahwa kegiatan perpisahan siswa kelas XII ini berkat kerjasama dan dukungan orang tua. Meski pun sebenarnya siswa di SMK ini banyak yang berkategori kurang mampu.

“Acara ini terselenggara atas musyawarah mufakat. Alhamdulillah, tak ada hambatan dan kendala. Kami ucapkan terima kasih kepada orang tua yang sudah mempercayakan pada kami selaku panitia, sehingga bisa berjalan lancar,” ucap Suyud.

Sementara itu, Ketua Komite SMKN 3 Banjar, Yasir Arafat, menyebutkan, kegiatan perpisahan siswa kelas XII ini sepenuhnya dikelola dan menjadi tanggungjawa panitia. “Hal-hal lain, kami tak tahu, itu urusan panitia,” ujar Yasir Arafat.

Ditemui di tempat yang sama, Plt. Kepala SMKN 3 Kota Banjar, Dede Ruslianto, menambahkan, acara semacam ini menjadi kewenangan pihak komite sekolah untuk mengurus segala sesuatunya.

“Kami dari pihak sekolah sudah menyerahkan sepenuhnya kepada komite. Jadi komite lah yang mengelolanya,” tandas Dede Ruslianto. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar