Dikira Mayat Mutilasi, Sekarung Bangkai Ayam Kerap Ditemukan di Sungai Citanduy Banjar

Petugas BPBD Kota Banjar, saat mengecek belasan bangkai ayam dalam karung yang ditemukan mengambang di Sungai Citanduy. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejumlah warga Kota Banjar akhir-akhir ini mengaku resah dengan banyaknya orang tak dikenal membuang bangkai ayam ke Sungai Citanduy. Diduga bangkai ayam itu sengaja dibuang oleh pengusaha peternakan atau pemotongan ayam yang kandangnya tak jauh dari bantaran sungai.

Seperti yang terjadi pada Senin (07/05/2018) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, di aliran Sungai Citanduy di wilayah Doboku, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, warga yang tengah memancing ikan menemukan satu karung bangkai ayam mengambang di sungai.

Penemuan satu karung bangkai ayam broiler ini sempat menghebohkan warga, lantaran sebelumnya warga mengira isi dalam karung tersebut adalah mayat manusia yang dimutilasi. Kehebohan warga itu membuat petugas dari kepolisian dan BPBD Kota Banjar turun ke lokasi. Namun, setelah dicek ternyata isi dalam karung tersebut berupa belasan bangkai ayam.

“Siapa yang membuang belasan bangkai ayam dalam karung ini saya tidak tahu. Awalnya saya mengira itu bangkai manusia karena baunya sangat menyengat,” kata Randi (34), warga Perum Doboku Ligar, kepada Koran HR, saat dijumpai di lokasi.

Petugas dari BPBD Kota Banjar, Uman Suhaman, juga mengatakan hal yang sama. Dia mengaku, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung menuju ke lokasi. Namun, setelah diperiksa isi dalam karung tersebut adalah belasan ekor bangkai ayam broiler.

“Kami tidak tahu siapa yang membuang bangkai ayam ini ke sungai. Tapi, saya menduga ini dari sebuah perusahaan peternakan atau pemotongan ayam yang sengaja bangkainya dibuang ke sungai, karena terlihat bangkai ayam tersebut merupakan ayam broiler,” terang Uman Suhaman.

Hal senada dikatakan Iwan (38), salah seorang aktivis lingkungan. Menurutnya, dengan banyaknya orang yang membuang bangkai ayam ke sungai, tentunya dapat mencemari sungai. Padahal, sungai sudah menjadi bagian penting dari kehidupan karena banyak dimanfaatkan warga untuk berbagai macam keperluan, seperti mencuci, mandi atau sebagai sanitasi.

“Dalam hal ini, saya meminta kepada instansi terkait untuk menindak tegas para pelaku yang membuang sampah atau bangkai ayam ke sungai,” tandas Iwan.

Sementara itu, Dede (39), salah seorang pemerhati lingkungan hidup, menghimbau kepada pelaku usaha ayam potong untuk tidak membuang bangkai ayam ke sembarang tempat, termasuk ke sungai. Sebab, jika ayam-ayam tersebut positif terkena virus flu burung dan dibuang ke sungai atau tempat manapun, maka akan menyebabkan penularan.

“Kami menyarankan, jika ayam mati mendadak segera ditanam. Hal ini supaya tidak ada bibit penyakit yang menular. Mohon diusut secara tuntas siapa pelaku yang membuang bangkai ayam ke sungai, karena hal ini sangat membahayakan kesehatan lingkungan,” kata Dede.

Ditemui terpisah, Kasi. Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Ati Kusmiati, mengatakan, dengan ditemukannya bangkai-bangkai ayam yang dibuang ke Sungai Citanduy, pihaknya bersama Satpol PP akan segera mengecek ke tempat-tempat atau perusahaan pemotongan ayam.

“Jika benar dugaan pembuangan bangkai ayam ke sungai itu dilakukan oleh perusahaan pemotongan ayam, kami akan segera melakukan sidak bersama Satpol PP ke tempat-tempat pemotongan ayam. Selain itu, kami pun akan mengecek apakah perusahaan tersebut berizin atau tidak,” tandasnya. (Hermanto/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar