Hendak Konvoi Usai Kelulusan, Puluhan Siswa SMK di Banjar Diamankan Polisi

Puluhan siswa yang akan konvoi kendaraan untuk merayakan kelulusan saat diberi pembinaan oleh aparat kepolisian, di Mapolresta Banjar, Kamis (03/05/2018). Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Aksi ugal-ugalan dengan menggunakan sepeda motor dan corat-coret baju seragam, mungkin sudah merupakan tradisi bagi siswa atau lulusan SMA dan SMK. Seperti yang terjadi di Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (3/5/2018) pagi, lantaran akan melakukan konvoi dan ugal-ugalan, puluhan siswa yang akan merayakan kelulusan berhasil diamankan polisi.

Petugas berhasil mengamankan 39 siswa atau lulusan SMK Bina Putera yang hendak melakukan konvoi di jalan raya. Petugas mengamankan 39 lulusan SMK Bina Putera ini langsung di depan kampusnya.

Kapolres Banjar, AKBP Matrius melalui KBO Binmas Polres Banjar, Iptu Nurrozi mengatakan, pihaknya melakukan razia setelah mendapat informasi dari pihak sekolah SMK Bina Putera, bahwa siswanya akan melakukan konvoi usai menerima pengumuman kelulusan.

“Sebelum mereka melakukan konvoi, kami sudah antisipasi di depan kampus. Dan ketika mereka akan aksi, kami menutup pintu gerbang kampus, kemudian satu-persatu kami angkut ke Mapolres Banjar dengan menggunakan truck Dalmas,” ujarnya kepada HR Online.

Ia menambahkan, pihaknya mengamankan para siswa lulusan ini karena khawatir mereka berbuat negatif yang dapat meresahkan masyarakat dan juga pengguna jalan. Selain itu, juga dikhawatirkan terlibat tawuran dengan sekolah lain.

“Kami amankan mereka karena kami mendengar akan melakukan konvoi di jalan raya yang bisa mengganggu ketertiban umum. Selain itu, kami pun khawatir terjadi tawuran dengan sekolah lain,” imbuhnya.

Seluruh pelajar yang terjaring, selanjutnya akan didata dan diberi pembinaan oleh pihak Satuan Binmas Polres Banjar. Kemudian, mereka bisa dilepas jika orang tua mereka yang menjemputnya. “Setelah mereka terjaring kemudian kami data dan beri pembinaan,” katanya.

Dalam hal ini, polisi mengamankan baju yang sudah dicorat-coret termasuk cat Filox yang digunakan untuk mencorat-coret.

“Jika orang tua menjemput harus bawa baju untuk ganti pakaian anaknya, karena pakaian yang sudah dicorat-coret kami amankan. Selanjutnya baju yang sudah dicorat-coret ini pun nantinya dikembalikan, dengan syarat asalkan tidak dipakai lagi, kalau misalkan untuk kenang-kenangan dan digantungkan di lemari ya kami serahkan, karena itu hak mereka,” pungkasnya. (Hermanto/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar