Inilah 4 Tradisi Adat di Ciamis yang Digelar dalam Menyambut Bulan Ramadhan

Ritual adat Nyepuh di Desa Ciomas Kecamatan Panjalu digelar pada Rabu (02/05/2018) lalu. Tradisi adat ini digelar dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan. Foto: Edji Darsono/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Tradisi adat dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan yang sudah berlangsung secara turun-temurun masih terdapat di empat daerah berbeda di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Bahkan, gelaran tradisi adat itu, kini tak sekedar bentuk pelestarian semata, tetapi sudah menjadi eksotika wisata budaya Ciamis.

Empat tradisi adat yang dimaksud adalah tradisi Nyepuh di Desa Ciomas Kecamatan Panjalu, tradisi Misalin di Bojongsalawe Kecamatan Cimaragas, tradisi Ngikis di Karangkamulyan Kecamatan Cijeungjing dan tradisi Merlawu di Kertabumi Kecamatan Cijeugjing.

Kabid Destinasi Dinas Parawisata Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia, mengatakan, di Kabupaten Ciamis masih terdapat empat tradisi adat tahunan yang digelar setiap menjelang bulan ramadhan tiba. Empat tradisi adat itu, lanjut dia, sudah masuk kedalam kalender event wisata budaya Kabupaten Ciamis.

Untuk tahun ini, kata Budi, dimulai dari tradisi Nyepuh di Desa Ciomas Panjalu yang sudah digelar pada tanggal 2 Mei lalu. Kemudian dilanjutkan dengan tradisi Misalin yang digelar di Patilasan Sanghiyang Cipta Permana di Galuh Salawe Kecamatan Cimaragas pada 6 Mei. Selang sehari kemudian atau tanggal 7 Mei, dilanjutkan acara Ngikis di Desa Karangkamulyaan Kecamatan Cijeugjing. Terakhir tradisi Merlawu yang digelar di Situs Gunung Susuru Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungking pada 8 Mei.

“Keseluruhan tradisi tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni dalam rangka keyakinan membersihkan diri sebelum memasuki bulan suci ramadhan,” ujarnya, Jum’at (04/05/2018).

Sementara itu, ritual adat Nyepuh di Desa Ciomas Kecamatan Panjalu sudah digelar pada Rabu (02/05/2018) lalu. Menurut Kades Ciomas, Yoyo Wahyono,  ritual adat nyepuh merupakan tradisi yang sudah turun-temurun. Tujuan digelar adat Nyepuh, kata dia, intinya untuk membersihkan hati, jiwa, makanan serta lingkungan agar kembali suci saat  melakukan ibadah puasa.

“Kegiatan ritual dalam tradisi ini diawali  dengan menyalakan obor kahirupan. Kemudian menggelar riyadoh di makam Kyai Panggil Gusti dan dilanjutkan di pemakaman umum. Dalam kegiatan inipun ada ritual penanaman pohon. Untuk meramaikan kegiatan ini, diisi pula oleh acara pentas budaya,” terangnya.

Menurut Yoyo, ritual nyepuh merupakan upacara adat yang rutin digelar pada bulan syaban atau jelang bulan ramadhan. Yoyo pun membenarkan bahwa acara adat Nyepuh sudah masuk kalender wisata budaya Kabupaten Ciamis. (Edji/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar