Jelang Ramadhan, Harga Cabai Merah & Daging Ayam di Banjar Merangkak Naik

Wahyu, salah seorang penjual sayuran di Pasar Banjar. Menjelang Ramadhan, harga cabai merah dan daging ayam potong di pasar tradisional mengalami kenaikan. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Menjelang bulan Ramadhan, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Banjar mengalami kenaikan. Sejak dua hari terakhir, harga cabai merah dan daging ayam terus merangkak naik. Diduga kenaikan ini terjadi lantaran permintaan pasokan yang tinggi, juga akibat faktor lain, seperti cuaca buruk.

Di Pasar Banjar, satu kilogram cabai merah kini dijual seharga Rp35.000, dari semula hanya Rp20.000. Begitu pula cabai rawit merah mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Tidak hanya cabai merah, daging ayam pun mengalami kenaikan menjadi Rp36.000 dari harga sebelumnya Rp32.000 per kilogram.

Wahyu (31), salah satu pedagang sayuran di Pasar Banjar, mengatakan, tingginya permintaan saat menjelang bulan Ramadhan sudah diantisipasinya sejak jauh-jauh hari, agar kenaikan harga tidak terasa signifikan pada saat bulan Ramadhan.

“Sudah tidak aneh lagi, menjelang Ramadhan atau Lebaran sudah pasti harga sayuran atau bahan pokok lainnya naik. Dalam kenaikan harga ini memang banyak dikeluhkan konsumen. Meski harga naik, namun konsumen tetap membeli karena langganan kami kebanyakan memiliki warung-warung dan pastinya membutuhkan banyak kebutuhan bumbu,” tutur Wahyu, kepada Koran HR, Selasa (08/05/2018).

Pedagang sayuran lainnya, Joni (45), mengatakan, untuk sayuran, kenaikan harga hanya terjadi pada cabai merah dan cabai rawit merah. Sedangkan, jenis sayuran lain harganya masih stabil.

Sementara itu, Erick (30), salah seorang pedagang daging ayam potong, mengatakan, harga daging ayam potong pun mulai merangkak naik. Saat ini dirinya menjual daging ayam potong seharga Rp 36.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 32.000.

“Kenaikkannya perlahan, tapi tidak tahu nanti jika tiga atau dua hari menjelang Ramadhan, harganya entah naik lagi atau tetap,” ujarnya.

Menurut Erick, naiknya harga daging ayam potong akibat kurangnya pasokan dari pihak distributor. Dia mengaku mendatangkan ayam-ayam potong tersebut dari wilayah Jawa Tengah. Meski harganya mengalami kenaikkan, namun dirinya bersyukur karena masih ada pelanggan yang membeli.

Seperti diakui Nurhasanah (35), salah seorang pembeli daging ayam potong yang tidak mempermasalahkan dengan terjadinya kenaikan harga tersebut. Menurut dia, meski harganya naik, namun dirinya tetap akan membeli daging ayam lantaran sudah menjadi suatu kebutuhan. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar