Kasihan, Nenek Jompo di Pamarican Ciamis Ini Butuh Bantuan Rumah

Nenek Yati (83), warga Pasirbokor, Dusun Tamansari, RT.23/06, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, tinggal berdesakan di rumah anaknya yang kondisinya memprihatinkan. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Nenek Yati (83), warga Pasirbokor, Dusun Tamansari, RT.23/06, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terpaksa harus hidup berdesakan dengan kedua orang anaknya, setelah rumah miliknya tergusur lantaran didirikan di atas lahan milik orang lain.

Sejak rumahnya digusur, Nenek Yati kini tinggal menempati rumah anaknya yang kondisinya pun sudah dalam keadaan sangat memprihatinkan, karena telah keropos sehingga membahayakan bagi penghuninya.

Saat ditemui HR Online, Jum’at (11/05/2018), Nenek Yati mengaku kalau dirinya kini harus menanggung beban hidup anak laki-lakinya yang mempunyai keterbelakangan mental. Bahkan, untuk keperluan makan sehari-hari pun mengandalkan belas kasihan dari para tetangganya.

“Sejak rumah saya digusur, saya memilih untuk tinggal di rumah anak saya, meski kondisinya sudah mau roboh. Saya pun harus rela berdesakan dengan anak-anak. Anak saya yang satu janda dan tidak berpenghasilan, sementara satu lagi anak laki-laki saya kurang normal,” ungkapnya.

Nenek Yati mengaku bingung dengan keadaan, sebab dirinya tak bisa berbuat banyak. Untuk bertahan hidup pun hanya menunggu belas kasihan dari tetangga, karena saat ini kedua anaknya sudah tidak ada yang bisa diandalkan.

Atimah (61), salah satu anak Nenek Yati, mengungapkan, kehidupan dirinya, terutama ibunya, memang tidak seuntung warga lain. Faktor ekonomi menjadi beban berat dalam hidup mereka, terlebih mereka tidak memiliki pendamping hidup.

“Saya sudah lama tinggal di Ciamis ikut anak, tapi saya juga sering menengok ibu ke sini. Karena, meski saya hidup susah namun rasa khawatir saya terhadap ibu yang usianya sudah tua sangat besar,” tuturnya.

Walau dirinya pun tidak bisa berbuat apa-apa, namun menurut Atimah, setidaknya ia masih bisa melihat kondisi ibunya, lantaran takut ibunya sakit dan tak ada yang mengurus. Meski Nenek Yati memiliki kartu KIS, tapi Atimah tidak tahu cara menggunakannya.

Pantauan HR Online, kondisi rumah yang ditempati Nenek Yati bersama kedua anaknya saat ini sudah sangat memprihatinkan. Dinding berbahan bilah bambu sudah banyak yang disangga, sehingga tidak nyaman untuk dihuni. Apalagi oleh jompo seusia dia. (Suherman/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA