Menggiurkan, Kelompok Tani Desa Mekarwangi Pangandaran Panen Cabai Sampai 15 Kuintal

Cabai jenis F1 yang dibudidaya Kelompok Tani Mekarwangi, Kecamatan Langkaplancar. Foto: Aceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kelompok Tani Cabai Desa Mekarwangi, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran terus meningkatkan produksinya. Bahkan, setiap panen mampu mencapai sekitar 1500 kilogram atau 15 kuintal.

Seperti yang dikatakan Ketua Kelompok Tani Desa Mekarwangi, Tarli Sutarli, bahwa petani binaannya mampu memanen sekitar 1500 kilogram cabai jenis F1. Meskipun tanaman cabai tersebut merupakan yang perdana ditanamnya, namun sudah terbilang sukses.

“Harga jenis cabai ini cukup lumayan dan biasa kita jual ke Pasar Banjar. Soalnya di sana harganya cukup tinggi dibanding dengan pasar lainnya, yakni mencapai Rp. 40 ribu per kilogramnya,” jelasnya kepada Koran HR beberapa waktu lalu.

Dengan pengetahuan menanam dan perawatan cabai yang ia miliki, lanjut Tarli, bisa dijadikan motivasi untuk petani lainnya yang ingin bergelut di dunia cabai selain di bidang pertanian padi. Selain menggiurkan, bertani cabai juga cukup mudah bila dilakukan dengan teknik yang tepat pula.

“Intinya kita harus terus belajar dan sabar dalam menanam tumbuhan, contohnya cabai ini. Apalagi harga cabai itu kadang mengalami peningkatan yang sangat drastis, dan kadang juga mengalami penurunan yang sangat tajam. Maka dari itu, pengetahuan dan teknik perawatan sangat diperlukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Dahlan, anggota Kelompok Tani Desa Mekarwangi, mengatakan, keberhasilan panen cabai di kelompoknya itu menjadi motivasi sendiri bagi para anggota. Selain itu, ia harap para petani lainnya yang belum mencoba untuk menanam cabai bisa belajar bersama kelompoknya soal penanaman cabai yang baik.

“Pada musim tanam berikutnya, mudah-mudahan petani lain di sini ada yang ikut menanam cabai jenis F1 ini. Dengan kebersamaan menanam cabai, saya yakin dari Desa Mekarwangi akan lebih banyak lagi dan dikenal penghasil cabai,” ujarnya. (Aceng)

KOMENTAR ANDA

Komentar