Pemdes Indragiri Ciamis Kaget, Warganya Dituding Teroris dan Ditangkap di Dekat Mako Brimob

Perempuan berinisial SNA yang diduga bergabung dengan jaringan teroris dan ditangkap pihak kepolisian di dekat Mako Brimob Kelapa Dua Depok pada Sabtu (12/05/2018). Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dua perempuan berinsial DSM dan SNA yang diduga bergabung dengan jaringan teroris dan ditangkap pihak kepolisian di dekat Mako Brimob Kelapa Dua Depok pada Sabtu (12/05/2018) sekitar pukul 03.00 WIB, tampaknya membuat kaget pihak Pemerintahan Desa (Pemdes) Indragiri, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pasalnya, salah satu dari dua perempuan tersebut, yakni berinisial SNA, merupakan warga Desa Indragiri yang juga anak dari seorang aparat desa setempat.

Seperti diketahui, ditangkapnya dua perempuan tersebut diduga karena akan melakukan penyerangan terhadap polisi yang berjaga di dekat Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Dari tangan salah satu perempuan itu, polisi mengamankan satu buah gunting yang diduga akan digunakan untuk melakukan penusukan terhadap polisi. Selain itu, polisi pun mengamankan sepucuk surat dari tangan salah satu perempuan itu yang diduga sebagai wasiat.

Kasi Pemerintahan Desa Indragiri, Deni, saat dihubungi HR Online, Minggu (13/05/2018), membenarkan bahwa salah satu dari dua perempuan yang ditangkap di dekat Mako Brimbo Kelapa Dua Depok, berinisial SNA, merupakan warganya. Menurutnya, perempuan berinisial SNA merupakan warga kampung Legok 1 RT 04/RW 01 Desa Indragiri yang juga anak dari seorang perangkat desa setempat.

“SNA ini merupakan alumni SMP Panawangan yang lulus pada tahun 2012. Kemudian dia melanjutkan ke SMKN 1 Ciamis dan lulus pada tahun 2015. Karena tergolong pintar, dia kuliah di UPI Bandung mendapat bea siswa melalui program bidik misi,”ujarnya.

Deni mengatakan, dalam kesehariannya, SNA dikenal memiliki kepribadian baik. Namun, kata dia, SNA kurang bergaul di masyarakat. Berdasarkan keterangan dari orangtuanya, ketika kuliah di Bandung, SNA tinggal di tempat kos di daerah Ledeng. Kemudian dia pindah ke salah satu wisma milik sebuah yayasan. Hanya saja, SNA tidak pernah memberi tahu tentang alamat yayasan tersebut berada.

“Sosoknya baik dan pendiam. Hanya dia kurang bersosialisasi dengan tetangga. Menurut informasi, SNA pernah bergabung dengan organisasi NII pada tahun 2016. Namun, dia dikabarkan keluar dari organisasi itu pada tahun 2017,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Sekdes Desa Indragiri Kecamatan Panawangan, Asep Muslih. Dia mengatakan pihaknya sempat kaget ketika salah satu warganya ditangkap polisi lantaran dituding terlibat jaringan teroris dan akan melakukan penusukan terhadap polisi di dekat Mako Brimob Depok.

“Terus terang kami kaget dan tidak menyangka,” ujarnya, Minggu (13/5/2018). Menurutnya, SNA memang jarang berada di kampung halaman. Setelah berkuliah di UPI Bandung dan sekarang menginjak semester 6, SNA lebih banyak tinggal di Bandung.

“Waktu sekolah di SMK pun dia ngekos di Ciamis. Karena dia sekolah di SMKN 1 Ciamis. Jadi, memang dia sudah lama jarang berada di kampung, setelah sekolahnya di luar daerah Kecamatan Panawangan,”ujarnya.

Meski begitu, Asep mengaku dirinya masih belum percaya dengan informasi bahwa SNA diduga akan melakukan penyerangan terhadap polisi dan terlibat dalam jaringan teroris. “Saya tahu informasi ini di medsos. Ketika melihat wajah foto yang beredar di medsos saya langsung kenal, karena ayahnya perangkat desa di sini. Pada waktu itu juga saya langsung memberitahu orangtuanya. Tapi kabar ini bagi saya sulit dipercaya, karena anak itu dikenal orang baik dan pintar,”ujarnya. (Edji/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar