Pemkab Pangandaran Gelar Pasar Murah di Lima Kecamatan

OPM yang berlangsung di halaman Kecamatan Padaherang. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran melakukan Operasi Pasar Murah (OPM) di lima kecamatan yang ada di Pangandaran pada Rabu (30/05/2018). Sebanyak 7 ribu paket kebutuhan pokok tersebut dikirim dari Pemerintah Provinsi Jabar untuk Pangandaran.

Dalam OPM yang berlangsung di halaman kantor Kecamatan Padaherang, dihadiri Wakil Bupati H. Adang Hadari, Asda 2 Bidang Ekonomi Apip Winayadi, Kabag Ekonomi, SKPD bidang perdagangan, serta anggota komisi 2 DPRD Pangandaran.

Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari, mengatakan, bahwa pemerintah sebelumnya mengusulkan untuk bisa mendapatkan 15 ribu paket sembako murah untuk masyarakat. Namun, pada realisasinya hanya mendapatkan 7 ribu paket saja.

“Tahun 2017 OPM ini berjalan dan lima kecamatan sudah dilakukan. Di tahap kedua tahun 2018 ini sisanya, yakni di lima Kecamatan Mangunjaya, Padaherang, Pangandaran, Sidamulih dan Parigi yang mana mendapat bantuan OPM sebesar Rp. 500 juta lebih,” kata H. Adang Hadari saat diwawancara HR Online.

H. Adang berharap, OPM terus dilaksanakan tiap tahunnya agar bisa menjangkau semua masyarakat yang belum mendapatkan bahan kebutuhan pokok murah.

“Semoga ini berjalan terus tiap tahunnya dan bisa bertambah sehingga masyarakat rumah tangga pra sejahtera di Pangandaran lebih banyak yang menikmatinya,” pungkas H. Adang Hadari.

Sementara itu, Kepala Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Agro Disperindag Jawa Barat, Bambang Satriaji, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi antusias dari Pemerintah Daerah Pangandaran yang begitu luar biasa meski bantuan saat ini masih terbatas dari provinsi.

“Penentuan jumlah bantuan tiap kab/kota berdasarkan prosentasi jumlah Rumah tangga miskin (RTM) dari BPS. Sehingga dari anggaran Rp. 23 miliar kita bagi untuk 27 kab/kota se Jawa Barat,” jelas Bambang Satriaji.

Bambang menambahkan, keterbatasan anggaran ini dirinya berharap kepada Pemda untuk data yang diajukan haruslah berdasarkan skala prioritas terlebih dahulu dan tidak semuanya diajukan.

“OPM ini dilakukan dua minggu saat puasa dan berakhir lima hari menjelang Lebaran,” pungkas Bambang.

Di lokasi yang sama, Camat Padaherang, Kustiman, mengatakan, dengan adanya OPM bersubsidi di kecamatan Padaherang ini minimal mengurangi beban masyarakat ekonomi lemah di tengah lonjakan bahan pokok yang terus merangkak naik.

“Untuk Padaherang mendapat jatah 2300 paket. Jelas masih kurang, tetapi kami juga memaklumi dan berharap untuk tahun depan minta ditambah alokasi paketnya dari provinsi ini,” pungkas Kustiman. (Mad/R6/HR-Online)