Warga Keluhkan Jalan Langensari-Banjar Kerap Dipakai Balapan Liar

Jalan Raya Langensari-Banjar yang kerap digunakan balapan liar oleh sekelompok remaja. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Jalan Raya Banjar-Langensari, tepatnya di Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, masih saja kerap digunakan aksi balapan liar oleh sejumlah remaja. Bukan hanya membahayakan bagi pengendara saja, namun juga mengancam pengguna jalan yang tengah melintas saat aksi tersebut berlangsung.

Dari informasi yang dihimpun Koran HR, balapan liar di lokasi itu biasanya dilakukan pada sore hari, atau malam hari saat kondisi jalanan sedang lengang. Bahkan, tak jarang pula dilakukan menjelang dini hari.

Aman, salah seorang warga setempat, mengatakan, balapan liar di lokasi tersebut seolah sudah menjadi hal yang biasa terdengar oleh warga maupun para pengendara lainnya. Kondisi jalan yang lurus dan aspalnya yang cukup bagus membuat mereka lebih mudah untuk memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi.

“Di situ memang sering terdengar adanya balapan liar yang sangat mengganggu pengguna jalan. Bukan hanya ketakutan akan terjadi kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan, namun bagi remaja yang balapan juga sangat berbahaya karena biasanya mereka tidak menggunakan perlengkapan keamanan berkendara,” tuturnya, kepada Koran HR, Senin (14/05/2018).

Meski waktunya tidak menentu, lanjut Aman, tetapi hal ini perlu menjadi perhatian bersama demi keamanan dalam berlalu lintas. Apalagi saat ngabuburit di bulan puasa nanti, atau pada malam harinya kerap digunakan untuk balapan. Ia harap untuk bersama-sama mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi.

“Kalau bisa balapannya jangan di jalanan umum, di Sport Center saja yang sudah jelas-jelas ada tempatnya. Kalau di jalan umum sangat membahayakan pengguna jalan lain, dan saya sebagai warga tidak ingin mengalami kecelakaan gara-gara kecerobohan remaja yang ingin pamer kecepatan motornya,” tandas Aman.

Senada diungkapkan Wahyu, warga lainnya yang mengaku sering melintasi jalur tersebut pada malam hari. Dirinya kerap melihat para remaja yang nongkrong sambil minum minuman keras (miras), dan aksi balapan motor pun seolah sudah jadi hal yang biasa.

“Kalau saya habis pulang dari Langensari pada malam hari, kadang dini hari, saya lihat ada gerombolan remaja berkumpul di situ. Ada sebagian nongkrong sambil mengamati yang lagi balapan. Was-was jadinya kalau lewat situ,” ungkapnya.

Wahyu berharap adanya perhatian dari warga maupun pihak terkait, agar hal itu tidak terjadi, khususnya saat bulan Ramadhan nanti. Sebab, aksi mereka itu sangat merugikan dan juga membahayakan pengguna jalan.

“Kalau bisa kita larang saja. Kalau takut sendirian, ya kita ramai-ramai saja biar kapok. Intinya kita harus pantau terus agar mereka jera,” kata Wahyu. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar