Disbudpora Ciamis Canangkan Pendirian Museum Induk

Situs Budaya Ciungwanara Karangkamulyan salah satu tempat yang dipilih untuk pendirian museum induk Kabupaten Ciamis. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olarraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis mencanangkan pendirian museum induk. Lokasi museum yang dipilih diantaranya di kawasan Situs Ciungwanara Karangkamulyan, Astana Gede Kawali dan Situ Panjalu.

Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Max Sopyan, ketika ditemui Koran HR, beberapa waktu lalu, membenarkan, pihaknya sudah berupaya mencanangkan pendirian museum induk yang menghimpun semua museum yang ada di Kabupaten Ciamis.

Max menandaskan, pihaknya juga sudah mengusulkan konsep pendirian museum induk tersebut dikombinasikan dengan destinasi wisata budaya atau diorama budaya asli atau khas Kabupaten Ciamis.

“Bulan kemarin kami sudah mengirimkan surat untuk mengusulkan pendirian museum induk kepada Bupati Ciamis melalui bagian aset. Dan alhamdulilah sudah ada respon. Artinya Bapak Bupati setuju untuk menindaklanjutinya,” kata Max.

Diakui Max, peninggalan sejarah bukan hanya menceritakan tentang perjalanan suatu daerah, melainkan juga menggambarkan jati diri dan harga diri daerah tersebut. Untuk itu, Kabupaten Ciamis sudah sepantasnya memiliki museum induk.

Menurut Max, bagi suatu daerah, kehilangan benda bersejarah sepertihalnya orang yang lupa asal-usul. Dengan begitu, sudah sepantasnya sebuah daerah mempunyai musium induk agar benda-benda bersejarah bisa tertata rapih atau minimalnya generasi muda bisa mempelajarinya.

Kasi Purbakala dan Permuseuman, Tetet Widyanti, ketika ditemui Koran HR, beberapa waktu lalu, menambahkan, peradaban di Kabupaten Ciamis sudah terbilang sangat tua, sehingga banyak peninggalan mulai dari masa prasejarah sampai masa reformasi.

“Jadi jangan heran jika Kabupaten Ciamis layak memiliki museum untuk merawat dan memamerkan peninggalan prasejarah,” katanya.

Tetet berharap, keberadaan museum induk tersebut akan mengakomodasi seluruh koleksi benda-benda bersejarah peninggalan Ciamis yang ada dan tersebr di tangan masyarakat.

Kepala Desa Karangkamulyan, M. Abdul Haris, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, menyambut baik rencana pendirian museum induk dan juga kampung budaya. Pihaknya berharap, museum induk tersebut dibangun di kawasan wisata Situs Karangkamulyan.

“Ini akan menjadi aset wisata yang sangat potensial. Apalagi jika dibangun di kawasan Situs Karangkamulyan yang lokasinya mudah diakses oleh pengunjung,” katanya. (Heri/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA