Korsleting Listrik, 2 Rumah di Banjar Terbakar, Salah Satunya Ludes dengan Isinya

Rumah milik Jatman (49) dan Mulyadi (52), warga Lingkungan Sukarame RT 01/RW 11, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, dilaporkan terbakar, Selasa (19/6/2018) sekitar pukul 12.30 WIB. Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Rumah milik Jatman (49) dan Mulyadi (52), warga Lingkungan Sukarame RT 01/RW 11, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, dilaporkan terbakar, Selasa (19/6/2018) sekitar pukul 12.30 WIB. Penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik. Akibatnya, rumah milik Jatman ludes dilalap api hingga terbakar dengan seluruh isi perabotan rumah tangganya. Sementara rumah milik Mulyadi hanya terbakar sebagian.

Mulyadi (52), salah satu korban yang juga kakak kandung dari Jatman, mengatakan, saat terjadi kebakaran dirinya sedang menunaikan ibadah sholat Dzuhur. Mendengar adanya suara letupan kecil dari luar rumah, setelah beres sholat, dia langsung ke luar rumah dan melihat api sudah melalap rumah adiknya. Karena angin kencang, api pun menjalar dan membakar sebagian rumahnya yang berada di samping rumah adiknya.

Warga yang melihat ada dua rumah tetangganya yang terbakar, secara spontan langsung memadamkan api dengan peralatan seadanya. Karena api tak kunjung padam, warga kemudian menghubungi kantor BPBD Kota Banjar untuk meminta bantuan mobil pemadam kebakaran.

Tidak lama kemudian, petugas dari kepolisian, BPBD, dan pemadam kebakaran serta dua unit mobil damkar tiba dilokasi. “Warga sudah berusaha memadamkan api. Namun api semakin besar karena tertiup angin,” kata Rena, warga setempat. Satu jam kemudian, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Matrius yang tiba di lokasi, mengatakan, kebakaran ini diduga akibat dari kornsleting arus pendek listrik. Penyebab korsleting listrik diduga dari kekuatan listriknya yang rendah, yakni 450 watt yang dipakai untuk dua rumah. “Dugaan sementara kebakaran dari korsleting listrik. Dalam peristiwa kebakaran ini pun tidak ada korban jiwa maupun luka,” katanya.

Meski begitu, lanjut Matrius, korban mengalami kerugian hingga Rp. 75 juta akibat musibah kebakaran tersebut. “Saya menghimbau kepada masyarakat jika akan meninggalkan rumah, matikan dulu gas dan listrik. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan agar tidak terjadi kebakaran,” pungkasnya. (Hermanto/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA