Limbah Dibuang ke Laut Pangandaran Dikeluhkan Wisatawan

Kondisi limbah yang dibuang ke laut. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Limbah yang mengalir ke arah laut di sekitar Pos 2 dekat Kantor Lifeguard Pantai Barat Pangandaran yang diduga kuat berasal dari area penduduk dan hotel serta kamar mandi umum dikeluhkan wisatawan. Pasalnya, limbah yang seharunya memiliki tempat khusus tersebut mencemari keindahan di pantai yang sedang ramai pengunjung itu.

Sutisno Hidayatulloh, salah satu pelaku usaha di sekitar pantai, mengatakan, banyak wisatawan yang menanyakan ke dirinya perihal sumber limbah yang mengalir ke laut tersebut. Tak hanya itu, sebagai pelaku usaha dirinya juga mengeluhkan limbah yang mengalir ke laut karena mencemari lingkungan.

“Air tersebut mengalirnya dari mana lagi kalau tidak dari area penduduk dan hotel, bahkan kamar mandi. Kebanyakan hotel dan kamar mandi tidak punya pembuangan khusus, mungkin ini alasan dibuangnya ke laut. Namun kondisi ini sangat disayangkan sekali,” katanya kepada Koran HR, Selasa (19/06/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Pangandaran, Surya Darma, mengatakan, pihaknya tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada para pemilik hotel tentang pentingnya pengelolaan limbah secara mandiri. Dari 30 hotel yang dihubungi dan sudah dilakukan sosialiasi, baru 4 hotel saja yang merespon soal pengelolaan limbah.

“Kesadaran pemilik hotel untuk mengelola limbah sendiri sangat rendah, hanya mementingkan bisnisnya saja. Padahal, kalau mengerti dan sadar, usaha itu harus berkelanjutan. Mereka harus mengelola limbahnya sendiri dan tidak dibuang sembarangan supaya tamu semakin betah tentunya dan  mereka sendiri yang akan menikmatinya,” kata Surya Darma ketika dikonfirmasi Koran HR via telpon selulernya, Rabu (20/6/2018).

Surya Darma menambahkan, bahwa rencana pembangunan IPAL Komunal masih belum siap.  Di samping biaya yang mahal, juga tempatnya yang belum ada, termasuk penataan drainase yang baik juga akan memudahkan para pemilik hotel.

“Drainase dan IPAL itu harus sejalan dan bisa menunjang satu dengan yang lainnya. Sehingga, para pemilik hotel tidak merasa kesulitan, dan yang terpenting pengusaha hotel harus mengelola sendiri limbahnya dengan baik dan mereka harus sadar menjaga lingkungannya supaya bisnisnya berkelanjutan,” pungkas Surya Darma. (Mad/Koran HR)

KOMENTAR ANDA