Mana yang Lebih Sehat? Jerman Biasa Minum Bir, Korea Selatan Minum Kimchi

Minum bir. Photo: Net/Ist.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),- Jerman biasa minum bir, sedangkan Korea Selatan minum kimchi. Lalu, siapa yang lebih sehat? Dalam babak penyisihan grup di Piala Dunia 2018, Jerman memang kalah oleh Korea Selatan. Tapi, di luar sepakbola ada banyak hal yang bisa dibandingkan di antara kedua negara tersebut.

Seperti yang dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah perbandingan gaya hidup sehat antara orang Jerman dengan Korea Selatan.

Soal gaya hidup sehat, masyarakat Jerman terkenal sebagai peminum bir, sedangkan masyarakat Korea Selatan dikenal sebagai penggemar kimchi, yakni semacam sayuran fermentasi. Masing-masing punya dampak positif dan negatifnya bagi kesehatan.

Dulu, masyarakat Jerman percaya kalau bir lebih sehat dan lebih murah daripada air mineral. Satu orang Jerman rata-rata minum 20 liter bir per tahun. Sedangkan, bagi masyarakat Korea Selatan, minum alkohol merupakan budaya yang sudah mendarah daging, dan jika menolak akan dianggap tidak sopan. Satu orang Korea Selatan rata-rata menghabiskan 100 botol bir atau 60 botol soju per tahunnya.

Menurut profesor dari San Jose State University, Kathryn Sucher, Sc., D., R.D., bahwa orang Korea Selatan sehari-harinya makan sayuran dan sup yang bisa mengenyangkan, tetapi rendah kalori. Makanan berbahan dasar kimchi ternyata kaya akan serat, fitonutrien, serta banyak bakteri baik yang dapat membantu meningkatkan imun tubuh.

Sementara, bagi orang Jerman, daging dan kentang merupakan makanan wajibnya sehari-hari. Seperti dikutip dari Livestrong, daging dalam bentuk wurst atau sosis adalah yang biasa mereka makan. Meskipun tinggi protein, makanan sehari-hari khas Jerman itu dinilai terlalu tinggi lemak jahat, gula, serta karbohidrat.

Privasi dan juga ketepatan waktu adalah yang terpenting bagi pekerja Jerman. Biasanya mereka tidak membangun hubungan dengan rekan kerja, maupun menganggap rekan kerja adalah saingannya. Rata-rata waktu bekerja orang Jerman per minggu 40 jam.

Sedangkan, Korea Selatan memiliki waktu jam kerja sangat tinggi, yakni 68 jam dan sudah diturunkan menjadi 52 jam. Waktu bekerja yang tinggi membuat kehidupan pekerja berkualitas rendah.

Namun, kedua negara yang sudah maju itu punya kemiripan dalam hal transportasi, dimana masyarakatnya sama-sama lebih memilih menggunakan transportasi umum, seperti bus, kereta bawah tanah dan kereta. Sistem transportasi umum di kedua negara tersebut sangat maju dan teratur.

Karena masyarakatnya lebih banyak memilih menggunakan transportasi umum, jadi mau tidak mau penduduk Jerman dan Korea Selatan lebih banyak berjalan kaki. Seperti yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni aktivitas fisik dengan intensitas sedang seperti jalan kaki sekurang-kurangnya 30 menit dalam sehari.

Hal lainnya, Global Tobacco Atlas mencatat, tahun 2016, kematian di Jerman tercatat 18,42 persen akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok. Sedangkan, di Korea Selatan, angkanya tercatat mencapai 19,26 persen.

Mengenai kebiasaan merokok, berdasarkan data tahun 2015, ada 32,4 persen orang dewasa di Jerman yang punya kebiasaan merokok. Sementara, di Korea Selatan, angkanya tercatat mencapai 49,8 persen. Walau begitu, kedua negara tersebut masih lebih rendah dibanding 76,2 persen orang dewasa di Indonesia yang punya kebiasaan merokok. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA