Meski Sepi Pengunjung, Obwis Banjar Water Park Terus Berbenah

Sejumlah pengunjung Banjar Water Park (BWP) tengah menikmati wahana kolam permainan dan kolam arus. Photo: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sudah sejak lama kondisi obyek wisata (Obwis) air Banjar Water Park (BWP) cukup memprihatinkan. Pada musim libur Lebaran tahun 2018 ini, tempat wisata yang sempat menjadi kebanggaan warga Banjar itu masih sepi pengunjung.

Namun, pihak managemen lambat laun mulai berbenah. Hal itu terlihat pada kolam prestasi yang sebelumnya penuh dengan lumut dan kecebong, kini kondisinya sudah bersih serta layak digunakan untuk berenang.

Selain itu, kereta mini pun kini mulai dioperasikan kembali untuk melengkapi wahana yang ada di BWP. Keberadaan kereta mini memang cukup menarik pengunjung, terutama bagi anak-anak. Adapun tiket masuk BWP saat musim libur Lebaran kali ini cukup terjangkau, yakni dikisaran Rp.25.000 (dewasa) dan Rp.20.000 (anak) per orang.

Pantauan Koran HR di BWP, Selasa (19/06/2018), pengunjung yang datang tampak lebih banyak bermain di kolam permainan dan kolam arus. Sedangkan, beberapa orang tua lebih memilih menunggu di bawah pohon atau di gazebo sambil menyantap makanan ringan.

Kolam permainan atau wahana tersebut selama ini memang menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, beberapa anak-anak dan dewasa sesekali berkumpul menunggu guyuran air dari ember tumpah. Sementara, yang lainnya memilih bermain di wahana luncuran kecil.

Sandi (27), salah seorang pengunjung asal Dayeuh Luhur, Cilacap, Jawa Tengah, mengatakan, ia bersama istri dan anaknya sengaja berlibur ke obyek wisata air BWP. Hal ini semata untuk menyenangkan buah hatinya dalam mengisi libur Lebaran.

“Saya datang bersama anak dan istri untuk mengisi waktu liburan. Tadinya mau ke Pantai Pangandaran, tapi di jalan katanya macet,” ujar Sandi, saat dijumpai Koran HR di BWP.

Pengunjung lainnya, Heri Setiawan (43), asal Pamarican, Kabupaten Ciamis, mengatakan, wahana BWP tidak ada perubahan signifikan, terutama kolam permainan. Bahkan, dirinya menyayangkan karena andalan utama dari BWP, yakni wahana Boomerang dan Super Bowl tidak lagi beroperasi, sehingga jumlah pengunjung lebih sedikit dibanding tahun-tahun pada masa kejayaannya.

“Kini BWP memang selalu sepi. Coba kalau wahana Boomerang dan Super Bowl dioperasikan lagi, saya yakin pengunjung BWP akan kembali ramai,” kata Heri.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknis dan Promosi BWP, Yanto, mengakui, bahwa pada musim libur Lebaran kali ini jumlah pengunjung di BWP menurun, dibandingkan tahun sebelumnya. Diperkirakan penyebab terjadinya penurunan jumlah pengunjung karena munculnya wahana permainan di daerah lain, seperti Tasikmalaya dan Ciamis.

“Pengunjung memang cukup banyak, akan tetapi lebih sedikit dibanding masa Lebaran tahun lalu. Kami pun masih berharap ke depannya pengunjung bisa membludak seperti dulu. Awal BWP dibuka, jumlah pengunjung sampai ribuan orang, kemudian berangsur kurang hingga sekarang. Hal ini karena kami hanya ‘menjual’ fasilitas seadanya,” terangnya.

Yanto menyebutkan, sekitar 80 persen pengunjung yang datang ke BWP berasal dari wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, karena di wilayah perbatasan tersebut tidak ada tempat wisata air yang representatif seperti BWP. Sisanya orang Banjar dan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Pihaknya pun berharap besar kejayaan BWP dapat kembali seperti dulu.

Terkait dengan keberadaan kolam olimpic atau kolam prestasi, lanjut Yanto, saat ini kolam tersebut sudah dapat dimanfaatkan untuk berenang. Diakuinya memang sebelumnya kolam renang bertaraf nasional itu kotor dan penuh dengan lumut.

“Kami mendapat bantuan tenaga dari Dinas Pemuda dan Olahraga untuk membersihkan kolam. Setelah dikuras lalu kembali diisi air, dan sekarang kolam olimpic sudah bisa dipakai,” kata Yanto.

Tempat wisata Air Banjar Waterpark (BWP) merupakan ikon wisata Kota Banjar. Beberapa tahun ke belakang, tempat wisata ini menjadi target kunjungan wisatawan lokal, dan pada masa kejayaannya pada tahun 2010, taman wisata air ini pun dikunjungi wisatawan dari mancanegara.

Setelah pengelolaannya pindah ke tangan BUMD pada tahun 2012 lalu, taman wisata air ini sempat pasang surut pengunjung. Bahkan yang lebih parah pada tahun 2015 dan 2016, BWP hampir saja bangkrut dan nyaris mati suri. (Hermanto/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar