Perijinan Belum 100 Persen Ditempuh, Proyek Pabrik Rice Milling di Ciamis Sudah Berjalan

Proyek pembangunan pabrik Rice Milling (penggilingan padi) bernilai milyaran yang berlokasi di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, sudah mulai dikerjakan rekanan, PT. Estetika. Foto : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Proyek pembangunan pabrik Rice Milling (penggilingan padi) bernilai milyaran yang berlokasi di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, sudah mulai dikerjakan rekanan, PT. Estetika.

Meski pembangunan pabrik Rice Milling tersebut disambut baik masyarakat, tapi beredar kabar bahwa proyek pembangunan tersebut belum mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pemerintah. Terlebih, di lokasi tidak terlihat papan informasi mengenai proyek tersebut.

Dari pantauan Koran HR, proyek pembangunan pabrik Rice Milling tersebut juga menimbulkan gangguan berupa tanah berceceran di jalur Pamarican-Banjar. Kondisi itu membuat pengguna jalan menjadi terganggu.

Juru Bicara PT. Estetika (Anak Perusahaan Bank Mandiri), Catur, ketika dikonfirmasi Koran HR, Senin (04/06/2018), menuturkan, pembangunan pabrik Rice Milling tersebut merupakan proyek Corporate Social Responsibility (CSR) yang didanai Bank Mandiri sebesar Rp. 4,6 miliar.

“Proyek dibiayai dari dana CSR Bank Mandiri. Target kami 105  hari kalender atau selesai sampai Bulan September mendatang. Untuk saat ini, kami dikejar target, dimana akhir Bulan Juli sudah harus menyelesaikan bagian gedung dan mesin sudah harus terpasang, ” katanya.

Disinggung soal perijinan, Catur menjelaskan bahwa saat ini pihak Bank Mandiri sedang menyelesaikan tahapan serta persyaratannya. Menurut dia, pihak Bank Mandiri sudah berkordinasi dengan Asisten Daerah (Asda) Kabupaten Ciamis.

Di tempat terpisah, Asda I Kabupaten Ciamis, Adang Darajat, ketika ditemui Koran HR, Senin (04/06/2018), membenarkan, ijin pembangunan pabrik Rice Milling tersebut belum sepenuhnya selesai.

“Untuk IMB memang masih dalam proses. Sementara yang lainnya insyaallah sudah bisa secepatnya diselesaikan. Selaku pemerintah, tentunya kami mempunyai tanggung jawab mengupayakan segalanya demi tercapainya program ini. Misal untuk pengurusan tanah kami fasilitasi agar tidak dipersulit,” katanya.

Adang berkilah, meski semua persyaratan perijinan belum terpenuhi, tapi lantaran dikejar waktu proyek pembangunan pabrik Rice Milling terpaksa harus sudah dimulai. Untuk itu, wajar bila pihaknya membantu memfasilitasi pihak rekanan. (Suherman/Koran HR)

KOMENTAR ANDA