(Piwalkot Banjar) LSI Denny JA Rilis Hasil Survei, Elektabilitas Ade Uu-Nana Masih Ungguli Maman – Irma

Calon Walikota- Wakil Walikota Banjar Nomor urut 1 Ade Uu- Nana Suryana (Asih Saenyana) dan Calon Walikota- Wakil Walikota Banjar nomor urut 2 Maman Suryaman-Irma Bastamam. Foto: Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pasangan Calon Walikota- Wakil Walikota Banjar Nomor urut 1 Ade Uu- Nana Suryana (Asih Saenyana) memiliki elektabilitas 54,0% dan masih mengungguli cukup jauh dari pasangan Calon Walikota- Wakil Walikota Banjar nomor urut 2 Maman Suryaman-Irma Bastamam (Iman Barokah) dengan elektabilitas 35,8%.  Dengan selisih kurang lebih 20% ini, pasangan Ade-Nana masih sangat potensial memenangkan pertarungan Pilkada Kota Banjar pada 27 Juni 2018 mendatang. Kecuali ada situasi abnormal yang terjadi pada pasangan yang diusung Golkar, PDIP, dan PKB ini.

Demikian dikatakan Toto Izul Fatah, Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA/Peneliti senior, dalam pres rilisnya yang dikirim ke redaksi Koran HR, Rabu (20/06/2018). Analisis hasil survei yang dilakukan  Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, tentang preferensi pemilih warga kota Banjar pada Pilkada 27 Juni 2018 mendatang.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan metodologi standar, multistage random sampling,  melalui wawancara tatap muka terhadap 440 responden dengan margin of error 4,8%. Adapun pengambilan data lapangan dilakukan  pada 14 Mei -21 Mei 2018

Menurut Toto, dibanding dengan dua survei LSI Denny JA sebelumnya, yaitu  periode November 2017 dengan 56,5%, Maret 2018 dengan 54,8% dan Mei 54,0%, pasangan Ade-Nana ini memang mengalami tren penurunan. Namun, tidak mudah buat pasangan Maman-Irma untuk bisa memenangkan pertarungan mengalahkan Ade –Nana. Apalagi dalam waktu yang kurang dari satu bulan ini. Meskipun, pasangan Maman-Irma ini memiliki tren kenaikan.

“Keunggulan pasangan Ade Uu-Nana Suryana ini terlihat bukan saja pada tabungan suaranya yang cukup tinggi di elektabilitas pemilih militan (strong supporter) dengan 47,3%, juga karena kuatnya dukungan yang cukup merata di semua segmen demografis baik suku, agama, usia, tingkat pendidikan dan penghasilan, pemilih partai dan zona atau dapil. Kecuali di segmen agama non muslim seperti katolik, Maman-Irman unggul jauh dan di agama Protestan bersaing ketat. Namun, segmen pemilih ini base-nya sangat kecil tak mencapai 1%,” ujarnya.

Yang sangat menonjol dari pasangan Ade-Nana ini, lanjut Toto, terlihat pada sebaran dukungan di semua zona dapil. Tak ada zona dapil yang menonjol dari pasangan Maman- Irma. Semuanya dikuasai Ade –Nana. Begitu juga sebaran di pemilih partai. Pemilih Demokrat yang partainya sebagai pengusung Maman-Irma pun mayoritas solid mendukung Ade-Nana.

Sementara, untuk pasangan Maman-Irma, meskipun mengalami kenaikan, pemilih militannya (strong supporter) hanya 26,3%. Pemilih yang berkategori inilah biasanya yang tak pernah berubah sampai hari H Pilkada. Dengan kata lain, jika dalam 7 hari kedepan baik Ade-Nana maupun Maman-Irma tak lagi banyak bermanuver dengan program, kedua pasangan ini minimal akan memperoleh suara tak kurang dari elektabilitas pemilih militanya yang mereka peroleh, yaitu, Ade-Nana memperoleh 47,3% dan Maman-Irma 26,3%.

“Dari sisa waktu yang ada, dan pengalaman LSI Deny JA, melakukan ribuan kali survei, sulit buat siapa saja untuk bisa merebut semua suara mengambang. Kecuali, terjadi money politik yang massif. Tapi, masalahnya, dengan aturan KPU yang makin ketat, tidak mudah buat siapapun untuk melakukan itu,” terang Toto.

Toto melanjutkan, selain keunggulan sebaran dukungan dan tingginya pemilih militan, pasangan Ade – Nana ini juga sulit dikalahkan karena kedua pasangan ini memiliki modal awal tingkat pengenalan dan kesukaan yang nyaris berbanding lurus. Dengan kata lain, orang yang mengenal Ade Uu rata-rata suka. Dari 99% warga Kota banjar yang mengenal, sekitar 85,9% menyukai Ade Uu. Bandingkan dengan Maman yang sudah dikenal 91,8%, namun yang suka kepadanya hanya 68,7%. Begitu juga dengan wakil masing-masing calon.

“Faktor lainnya dari keunggulan elektabilitas Ade-Nana, juga disumbang oleh tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kepemimpinan Ade Uu Sukaesih sebagai wakil kota incumbent selama ini. Jika digabungkan antara yang sangat puas (11,5%) dan cukup puas (68.0%), Ade Uu sudah cukup kokoh dengan modal yang aman, yaitu 79,5% publik mengaku puas. Ini angka umum yang sering dijadikan patokan calon incumbent yang aman untuk bisa terpilih kembali,” pungkasnya. (Rilis LSI/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar