Siswa SMK TB Ciamis Belajar Demokrasi Lewat PEMILOS

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Bangsa (TB) menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah atau PEMILOS, Jum`at (01/06/2018), bertempat di halaman sekolah.  

Kepala SMK TB Ciamis, Agus Gusanto, ketika ditemui HR Online, Jum`at (01/06/2018), menjelaskan, kegiatan PEMILOS menjadi ajang bagi pihaknya untuk mengajarkan pengetahuan tentang demokrasi dan tata cara pemilihan.

“PEMILOS diselenggarakan layaknya Pemilu. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan sejak dini tentang demokrasi dan tata cara penyelenggaraan pemilihan serta pemungutan suara,” katanya.

Agus menuturkan, tata cara penyelenggaraan PEMILOS disesuaikan dengan aturan penyelenggaraan Pemilu. Para siswa diberi peran menjadi petugas di tempat pemungutan suara (TPS), panitia pengaws, saksi kandidat, pemilih, pengamanan dan lain sebagainya.  

Menurut Agus, PEMILOS dilaksanakan mulai dari Pukul 07.00 WIB. Petugas standby sejak pagi dan melakukan persiapan. Petugas TPS kemudian memberikan arahan mengenai tata cara memberikan suara, menyampaikan kondisi surat suara dan detail teknis proses pemungutan suara.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, siswa pemilih berbaris di hadapan panitia, menunggu giliran dipanggil petugas. Setelah dipanggil, pemilih mendapatkan surat suara kemudian masuk ke bilik suara untuk mencoblos.  

“Satu per satu siswa memasuki TPS. Setiap siswa diinstruksikan mengambil kertas suara dan menunggu giliran menggunakan hak pilih. Surat suara berisi gambar empat pasangan calon Ketua OSIS. Sementara setiap calon berada di atas podium sambil meneriakkan yel-yel dan nomor urut,” ungkapnya.

Setelah itu, Agus menambahkan,  siswa pemilih memasukkan surat suara ke dalam kotak suara sesuai arahan petugas TPS. Kemudian mereka mencelupkan jari ke tinta biru sebagai tanda telah memberikan hak suara.

Pada penghitungan suara, kata Agus, dilakukan oleh para petugas TPS disaksikan siswa yang bertugas menjadi saksi. Ada juga siswa yang berperan sebagai pembuka surat suara sembari melihat kondisi surat suara apakah sah atau tidak. Selain itu, ada juga pelajar yang berperan sebagai pencatat hasil suara. 

“Kami bangga, ini merupakan bentuk dari edukasi pemilihan umum yang nyata, dimana ada yang memilih dan yang dipilih. Walaupun skalanya masih tahapan pemilihan di lingkungan sekolah,” katanya.

Di tempat terpisah, Wawan Setiawan, Pembina OSIS, ketika ditemui HR Online, Jum`at (01/06/2018), menjelaskan bahwa kegiatan PEMILOS merupakan bentuk edukasi Pemilu bagi siswa.

Menurut Wawan, pihaknya sengaja ingin memberkan pemahaman kepada pada peserta didik bahwa PEMILOS merupakan bagian dari pendidikan demokrasi. Dalam rangkaian kegiatan itu, siswa dapat mengetahui bagaiman proses serta tahapan pemilu, mulai dari debat, orasi visi-misi, hingga memilih di bilik suara.

“Pemahaman pemilu memang sengaja ditanamkan sejak dini supaya siswa mengetahui prinsip memilih pemimpin atau wakil rakyat tanpa ada paksaan. Selain itu, pemimpin atau wakil rakyat yang mereka pilih sesuai dengan harapan mereka,” ungkapnya. (Heri/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA