Tabrak Pemotor di Pamarican Ciamis, Supir Mobil Ayla Kabur ke Arah Pangandaran

Mobil Ayla sebelum kabur saat bersitegang dengan warga soal kecelakaan lalu lintas di Pamarican, Kabupaten Ciamis. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Diduga tidak mau bertanggung jawab, soerang pengemudi mobil minibus jenis Ayla bernopol B 2756 TKN melarikan diri ke arah Pangandaran. Sebelumnya, supir yang belum diketahui identitasnya tersebut menabrak pengendara motor di Jalan Raya Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis hingga membuat 3 korban terdiri dari suami, istri dan balita terpelanting dan mengalami luka.

Menurut salah satu tukang ojek yang enggan disebutkan namanya, bahwa pengemudi mobil tersebut memacu kendaraannya dari arah Banjarsari ke arah Banjar. Saat di lokasi yang bertepatan di depan klinik dokter Suntoro, pengemudi mobil tersebut menabrak ketiga korban yang memang satu arah.

“Tadi saya melihat mobil itu lajunya kencang sekali, padahal jalan tengah ramai. Saat kejadian saya melihat sendiri dan pengendara motor itu sudah belok ke kanan dari kejauhan. Namun saat sudah masuk jalur kanan, tiba tiba dari belakang mobil menyeruduk dan menabraknya,” terangnya kepada HR Online, Rabu (13/06/2018).

Dede Sarto, warga sekitar, juga mengatakan hal senada. Menurutnya, setelah kejadian tersebut warga sekitar langsung berhamburan ke jalan untuk memberikan pertolongan. Bahkan, sempat terjadi adu mulut antara supir ayla dengan warga.

“Tadi kami mencoba untuk menenangkan kedua belah pihak yang terlibat tabrakan. Namun sayang, sang supir malah susah untuk diajak keluargaan, dia malah marah marah dan seakan menantang kepada warga di sini. Ketika salah satu warga diketahui tengah menghubungi Kepolisian, dia malah parkir dan membawa mobilnya kabur ke arah Pangandaran,” jelas Dede Sarto.

Sebelum pengemudi mobil tersebut kabur, lanjut Dede, ia berkilah sedang menghubungi teman-temannya dan tampak begitu sibuk memegang handphonenya di dalam mobil. Di saat warga sekitar sibuk mengevakuasi korban, pelaku malah kabur.

“Aneh sekali dia, sudah marah-marah ke warga. Jangan sangka warga di sini takut sama gertakannya tadi, eh malah dianya yang kabur tanpa tanggungjawab,” pungkasnya.

Sementara itu, Eful, warga Sukajadi yang juga korban tabrakan tersebut, mengatakan, bahwa dirinya sebelum belok sudah memberikan isyarakat kepada pengendara yang ada di belakangnya. Namun, kecelakaan tersebut tidak bisa dihindari karena kecerobohan pengendara lain.

“Saya sudah melambaikan tangan untuk memberi isyarat jika saya akan berbelok, dan beberapa pengendara di belakang saya sudah memberikan jalur bagi saya. Namun saat itu ada mobil yang nabrak saya. Saya sih tidak apa-apa, tapi istri dan anak saya yang masih kecil mengalami benjolan di bagian kepala,” katanya. (Suherman/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA