Telkom Wujudkan Digitalisasi Pertanian Lewat Aplikasi LOGTAN

Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) merealisasikan program digitalisasi pertanian lewat aplikasi beraman Logistik Tani (LOGTAN). Melalui aplikasi ini, petani dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait bisa mengakses data tunggal, mulai data masa pratanam sampai pascapanen.  

Direktur Utama PT Telkom, Alex J Sinaga, usai peresmian program kewirausahaan pertanian dan digitalisasi sistem pertanian di Indramayu, Kamis (07/06/2018), menjelaskan bahwa program tersebut merupakan pilot project di Indonesia.  

Alex berharap, lewat program itu petani dapat menjadi wirausaha yang unggul. Karena menurut dia, digitalisasi sistem pertanian merupakan motor penggerak untuk memaksimalkan produktifitas petani.

Lebih lanjut, Alex menuturkan, program digitalisasi pertanian bisa memudahkan PT. Mitra Bumdes Bersama (MBB) dalam melakukan monitoring, baik data ataupun informasi, mulai dari lokasi kerja petani, luas lahan, serta waktu tanam dan panen. Data dalam program itu juga bisa digunakan PT MBB untuk memfasilitasi keperluan para petani.

Terkait LOGTAN, Alex menyebutkan bahwa aplikasi tersebut menyediakan detail informasi profil petani, jenis lahan pertanian, kebutuhan kredit usaha, asuransi dan juga mobilisasi hasil panen.   

Alex menegaskan, program digitalisasi sistem pertanian diproyeksikan BUMN untuk kelompok tani dalam empat siklus tanam. Pada siklus pratanam, BUMN menyediakan asuransi usaha tani dan kredit usaha rakyat melalui PT Jasindo, PT Askrindo dan Himbara. Kemudian pada tahap tanam, BUMN hadir dengan menyediakan benih, distribusi pupuk, dan pendampingan melalui PT Pupuk Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Pertani dan PT PNM.

Sedangkan pada tahap Panen, BUMN menyediakan penyimpanan hasil panen dan resi gudang yang diselenggarakan oleh PT Pegadaian. Dan pada tahap Pasca Panen, BUMN membantu distribusi hasil tani melalui Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia Pangan.

“Dan Blanja.com sebagai platform e-commerce yang memungkinkan petani menjual secara online,” katanya.

Alex berharap, program kewirausahaan pertanian dan digitalisasi sistem pertanian bisa mengatasi masalah yang selama ini dihadapi petani. Dan digitalisasi sistem pertanian ini juga bisa mendorong petani memaksimalkan sistem serta mempermudah bisnis pertanian. (Deni/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA