Tertabrak dan Terseret Mobil 1 Kilometer, Pejalan Kaki di Ciamis Tewas Kepalanya Pecah

Mobil pick up dengan nopol Z 8124 WO yang dikemudian Taufik Hidayat, warga Kampung Jangari RT 04/RW 11 Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, dilaporkan menabrak seorang pejalan kaki hingga tewas dengan kondisi mengenaskan. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Kecelakaan maut terjadi d jalan raya Banjar-Pangandaran atau tepatnya di Dusun Bojongnangka, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (28/06/2018) dini hari tadi. Kali ini, sebuah mobil pick up dengan nopol Z 8124 WO yang dikemudian Taufik Hidayat, warga Kampung Jangari RT 04/RW 11 Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, dilaporkan menabrak seorang pejalan kaki hingga tewas dengan kondisi mengenaskan.

Tragisnya, setelah mengetahui menabrak orang, sang sopir malah memacu mobilnya hingga menyeret korban yang menempel di bawah mobil, hingga berjarak kurang lebih sekitar 1 kilometer.

“Tadi saya gugup, karena tidak ada orang di sepanjang jalan. Makanya saya terus menancap gas dan baru berhenti ketika melihat ada kerumunan warga di masjid” terang Taufik, sang sopir usai kejadian.

Menurut warga yang mengetahui dan mengikuti mobil tersebut menabrak pejalan kaki, awal kejadian terjadi daerah Bojongnangka Desa Kertahayu. Kemudian mobil berhenti di daerah Tamansari atau dekat Masjid At Tumaninah Kertahayu. Jarak dari lokasi awal menabrak hingga mobil itu berhenti kurang sekitar 1 kilometer.

Dari pantauan di lapangan, korban yang tewas tertabrak itu berjenis kelamin laki laki. Korban terlihat mengalami luka parah (kepala pecah) akibat terlindas ban mobil. Tidak ada identitas pada pakainan korban saat ditemukan. Namun warga sekitar menduga korban adalah orang gila.

Aparat kepolisian dari Satlantas Polsek Banjarsari yang datang ke TKP langsung melakukan evakuasi jasad korban yang masih di bawah mobil. Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dilarikan ke RSUD Kota Banjar dengan menggunakan mobil ambulan Puskesmas Kertahayu. (Suherman/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA