Titik Nol KM Yogyakarta jadi Sentra Wisata Sejarah dan Kuliner

Kawasan Titik Nol KM Yogyakarta. Photo: Net/Ist.

Berita Travel, (harapanrakyat.com),- Titik Nol Kilometer Yogyakarta atau yang dikenal Titik Nol KM, menjadi sentra pariwisata di Kota Gudeg, mulai dari wisata sejarah hingga wisata kuliner dapat dijumpai di kawasan tersebut.

Beberapa lokasi bersejarah yang tersedia diantaranya, keraton, Museum Vredeburg, dan benteng, semua bermuara di sana. Hal ini tentu membuat wisatawan akan betah berkeliling di kawasan Titik Nol KM.

Di kawasan tersebut, wisata kulinernya pun yang tak kalah legendaris. Mulai dari sarapan, makan siang, sampai makan malam, wisatawan bisa memanjakan lidah di jantung kota Yogyakarta ini.

Dikutip dari Tempo.Co, Sabtu (30/06/2018), berikut ini adalah wisata kuliner yang bisa Anda nikmati di kawasan Titik Nol KM;

Sarapan sate kere

Tak dipungkiri, sate kere telah menjadi jajanan pinggiran favorit yang bakal dicari-cari para wisatawan ketika mendarat di Yogyakarta. Penganan yang satu ini umumnya disantap saat sarapan.

Porsi kecil dengan harga yang relatif murah sepertinya cukup menyenangkan untuk memulai hari di Yogyakarta. Pedagang penganan ini dapat dijumpai di sepanjang gerbang masuk Pasar Bringharjo, tak jauh dari Titik Nol KM.

Sate kere tersedia berbagai macam varian, dari mulai tempe gembus hingga lemak sapi. Sate kere ini dibuat dari ‘limbah’ bahan makanan. Pada zaman dulu, penganan ini dikonsumsi oleh rakyat berpenghasilan rendah yang ingin menyantap sate. Karena tidak mampu, kemudian mereka memasaknya dengan ‘limbah’ bahan makanan tersebut.

Kini, per tusuk sate kere dijual mulai Rp.2.000 sampai Rp.3.000 per tusuk. Tentu sangat cocok disantap dengan nasi atau lontong. Atau bisa juga dijadikan makanan camilan biasa.

Makan siang pecel beserta lauknya

Masih di sekitaran Pasar Bringharjo, bila siang hari, di bagian sisi kanan dan kiri gerbang utama sederet pedagang pecel mulai membuka lapaknya. Mereka menjual pecel dan bakmi dengan aneka gorengan serta lauk-pauk lainnya.

Keberadaan pecel Bringharjo memang cukup legendaris, sehingga kerap diburu wisatawan. Menikmati pecel di tengah lalu-lalang orang yang keluar-masuk berbelanja batik menjadi sensasi dan keasyikan tersendiri bagi para pelancong.

Satu porsi pecel dibanderol Rp.8 ribu, sedangkan untuk pecel bakmi seharga Rp.10 ribu. Pembeli juga bisa memilih beragam lauk, diantaranya sate udang, sate jeroan, dan sate ayam yang dibanderol mulai harga Rp.3.000.

Kemudian, di belakang penjual pecel terdapat gerobak-gerobak angkringan dan di sini pengunjung bisa menikmati pecel yang disajikan dengan nasi kucing.

Makan malam bakmi Pak Pele

Selain terkenal dengan gudegnya, Yogyakarta juga populer dengan bakminya. Bahkan uniknya, bakmi khas Yogyakarta ini dimasak satu per satu menggunakan arang. Bakmi yang terkenal salah satunya adalah bakmi Pak Pele, lokasinya berada di sebelah Selatan Alun-alun Utara Yogyakarta, tepatnya depan SD Keputran.

Untuk menyantap bakmi di sini, pembeli harus rela mengantri. Bahkan, antriannya bisa mencapai ratusan. Bakmi Pak Pele menyediakan bakmi rebus dan goreng, yang dimasak dengan campuran telur bebek serta ayam kampung. Satu porinya dibanderol Rp.20 ribu. Bakmi ini cocok disantap dengan wedang ronde. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA