Turunkan Angka Gizi Buruk, Pemkab Pangandaran Gulirkan Program Revitalisasi Posyandu

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Foto: Dokumen HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan, bahwa pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan tidak akan seimbang jika penanganan gizi buruk serta kematian ibu dan bayi tidak dibenahi. Maka dari itu, ia berkeinginan untuk menekan angka gizi buruk.

“Saya ingin angka gizi buruk, kematian ibu dan bayi tahun ini bisa menurun,” kata Jeje dalam kegiatan Revitalisasi Posyandu dan Pembinaan Ketua Kader Posyandu belum lama ini.

Menurutnya, sampai saat ini angka gizi buruk mencapai 70 orang, baik gizi buruk bawaan dan gizi buruk murni. Sedangkan angka kematian ibu dan bayi sudah mengalami penurunan. Karena itu, Jeje menganjurkan Kader Posyandu untuk terus bekerja. Bahkan, Jeje berkeinginan insentif Kader Posyandu dinaikkan.

“Di Pangandaran ada sekitar 5 ribu Kader Posyandu yang tersebar di 10 kecamatan, dan saya ingin terus melakukan pembinaan kepada mereka dan langsung bertemu agar tahu sebenarnya di lapangan seperti apa. Harapannya tiada lain untuk menurunkan angka gizi buruk, kematian ibu dan bayi di Pangandaran. Kita targetkan di tahun ini bisa mencapai 80 persen,” ujar Jeje.

Seiring pertumbuhan penduduk, tambah Jeje, terdapat sekitar 6 ribu orang sudah melakukan program Keluarga Berencana (KB) atau sudah mencapai 70 persen. Dengan keberadaan Kader Posyandu yang terus bekerja di tengah-tengah masyarakat, ia harap program-program pemerintah bisa berjalan dengan baik.

“Pemerintah sudah memberikan anggaran insentif untuk para kader sebesar Rp. 31,2 juta. Jika nanti mereka paham betul tentang revitalisasi Posyandu, insentif akan kita naikkan dan kita akan bagikan seragam. Jadi, Kader Posyandu harus terus mengajak warga datang ke Posyandu untuk memeriksakan bayinya dan turut mengkampanyekan pola hidup sehat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangandaran, Dani Hamdani, mengatakan, bahwa Kader Posyandu setiap bulannya mendapatkan insentif sebesar Rp. 100 ribu per orangnya dan dibayarkan per triwulan atau tiga bulan sekali.

“Berdasarkan data, kita memiliki sebanyak 525 Kader Posyandu yang mana di masing-masing pos rata-rata terdiri 10 kader. Kita harap keberadaan mereka bisa maksimal dalam bekerja agar harapan pemerintah bisa tercapai untuk penanganan gizi buruk, kematian ibu dan bayi serta kampanye pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (Mad/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar