Aktivis Gelar Aksi Protes Desak Pemkab Pangandaran Urungkan Relokasi Makam Taman Pahlawan

Puluhan massa aktivis dari berbagai Ormas dan OKP di Kabupaten Pangandaran, saat menggelar aksi protes di area taman makam pahlawan, di Dusun Parapat, Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupatan Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (12/07/2018) malam. Foto: Aceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Puluhan massa aktivis dari berbagai Ormas dan OKP di Kabupaten Pangandaran, Kamis (12/07/2018) malam, menggelar aksi protes di area taman makam pahlawan, di Dusun Parapat, Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupatan Pangandaran, Jawa Barat.

Dalam aksi tersebut, mereka menggelar doa bersama dan menyuarakan desakan agar Pemkab Pangandaran tidak memindahkan atau merelokasi makam taman pahlawan ke tempat lain.

Sebelumnya, Pemkab Pangandaran mewacanakan akan memindahkan taman makam pahlawan yang berada di Kecamatan Pangandaran ke Kecamatan Parigi. Langkah itu diambil dalam rangka penataan kawasan wisata yang dimana areal makam pahlawan tersebut rencananya akan disulap menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Kordinator aksi massa, Andriana Mulya, mengatakan, pihaknya sengaja menggelar aksi protes ini pada malam Jum’at yang merupakan waktu sakral atau dianggap paling baik dalam memanjatkan doa. Karena selain menggelar aksi protes, massa pun menggelar doa bersama untuk para pahlawan yang dimakamkan di komplek pemakaman tersebut.

“Kami berharap dengan adanya aksi ini bisa mengetuk hati para petinggi pemerintahan agar mengurungkan niatnya memindahkan taman makam pahlawan ke tempat lain,”katanya.

Menurut Andriana, seharusnya pemerintah melakukan penataan, memperbaiki serta membedah sejarah para pahlawan yang dimakamkan di taman makam pahlawan Pangandaran. Hal itu sebagai edukasi untuk generasi muda agar mereka mengetahui siapa saja pahlawan asal Pangandaran yang rela mempertaruhkan nyawanya demi bangsa dan negara.

“Menurut cerita, taman makam pahlawan Pangandaran ini menyimpan sejarah masa setelah kemerdekaan atau zaman pemberontakan DI/TII. Makanya, apabila dipindahkan kami khawatir akan menghilangkan nilai sejarahnya,”pungkasnya. (Aceng/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar