Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita CiamisAlasan Kesenjangan Pembangunan, Lakbok Ciamis Ingin Bergabung ke Banjar

Alasan Kesenjangan Pembangunan, Lakbok Ciamis Ingin Bergabung ke Banjar

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Tokoh pergerakan Lakbok, Deni Herna Suganda mengatakan keinginan yang kuat dari warga Lakbok untuk bergabung dengan Kota Banjar sudah menjadi hal yang wajar. Ia menilai, munculnya wacana tersebut dilatarbelakangi oleh kesenjangan pembangunan yang dirasakan oleh warga Lakbok sejak puluhan tahun silam.

“Munculnya kembali wacana pemekaran wilayah Lakbok dan masuk ke wilayah Kota Banjar lantaran melihat sisi kemajuan wilayah, dimana wilayah Lakbok yang notabenenya sebagai wilayah sentra agropolitan bidang ketahanan pangan merasa tersisihkan di dalam segala bidang.  Jadi wajar jika warga Lakbok menginginkan pemekaran atau bergabung ke wilayah kota lain,” katanya.

Secara kasat mata, kata Deni, masyarakat Lakbok melihat fakta di bidang pembangunan, dimana secara geografis, Kota Banjar lebih maju dalam segi pembangunannya. Sementara Lakbok yang ada di wilyah Kabupaten Ciamis kondisinya tetap tidak pernah ada kemajuan. Hal itulah yang menjadi hasrat kuat warga lakbok untuk ikut ke Kota Banjar.

Di temui terpisah di rumah nya Selasa (10/07/2018), Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Purwadadi, Dede Suwarno, mengaku sangat mengapresiasi munculnya wacana tersebut. Namun dirinya lebih menghendaki sebuah daerah otonomi baru ketimbang untuk bergabung ke Kota banjar.

“Sejak dulu kita memang telah mempunyai wacana itu. namun dulu pernah kandas, kini muncul kembali ya jelas saya sangat mendukung. Namun keinginan saya bukan hanya wilayah Lakbok saja yang ingin lepas dari Kabupaten Ciamis, namun semua kecamatan yang dulu pernah tergabung menghendakinya untuk wilayah DOB, karena dari sisi geografis, zona eks kwadanan Banjarsari sudah layak untuk menjadi daerah pemekaran,” katanya.

Dari segi geografis, kata Dede, jelas wilayah eks kwadanan Banjarsari adalah sebuah wilayah yang terjepit. Setelah mekarnya Kota Banjar, yang kemudian disusul oleh Kabupaten Pangandaran, wilayah eks kwadanan Banjarsari saat ini menjadi sebuah wilayah yang terjepit.

“Mau ke pusat kabupaten harus melewati dulu wilayah Kota Banjar, jadi ya sudah pantaslah wilayah kita ini untuk mandiri,” katanya. (Suherman/Koran HR)

Berita Terkait: Wacana Pemekaran Eks Kwadanan Banjarsari Ciamis Kembali Mencuat