Awas! Empat Jenis Penyakit Ini Ditularkan Melalui Ciuman

Berciuman bisa menimbulkan infeksi dan menyebabkan munculnya beberapa penyakit. Photo: Net/Ist.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),- Berciuman ternyata bisa menimbulkan infeksi dan menyebabkan munculnya beberapa penyakit. Ada empat jenis penyakit dari dampak berciuman yang dapat ditularkan melalui kontak mulut ke mulut.

Meski kemungkinannya rendah, namun tetap saja harus menjadi perhatian. Seperti dilansir Medical Daily, berikut ini empat jenis infeksi yang perlu Anda ketahui;

Herpes

Oral herpes adalah luka dingin yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Para ahli mengatakan, infeksi ini paling umum menyebar melalui ciuman. Bahkan, wanita lebih rentan terkena dibanding pria.

Selain itu, risiko penularannya juga lebih tinggi apabila ada luka di mulut atau bibir. Para ahli kesehatan pun menyarankan supaya Anda melihat area mulut seseorang sebelum menciumnya. Karena, luka dan lepuh yang terkait herpes cukup jelas terlihat.

Gingivitis

Peradangan pada gusi atau disebut gingivitis adalah bentuk ringan penyakit gusi. Bakteri menjadi penyebab radang berpotensi pindah melalui kontak dengan air liur orang yang terinfeksi. Menurut dokter gigi asal California, Mark Burhenne, mencium seseorang yang punya penyakit gusi bisa menyebabkan orang lain yang sebelumnya memiliki konsentrasi rendah bakteri ‘jahat’ akan mengalami masalah gigi.

“Menjaga kebersihan mulut dengan cara menyikat dua kali sehari, flossing, dan lain-lain, merupakan cara terbaik untuk melindungi diri Anda dari jenis bakteri tersebut,” terang Mark.

Mononukleosis

Infeksi mononukleosis sangat menular. Bahkan, infeksi ini dikenal sebagai ‘penyakit berciuman’ yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui bersin, batuk, memakai sikat gigi atau kacamata bersamaan, dan lainnya.

Setelah seseorang terinfeksi maka ia akan mengalami gejala seperti kelelahan ekstrim, demam, sakit tenggorokan, nafsu makan hilang, serta pembengkakan kelenjar getah bening. Kemungkinan besar penyakit ini mempengaruhi orang-orang muda berusia 15-30 tahun.

Setelah terinfeksi, EBV bisa tetap berada di ludah seseorang selama berbulan-bulan. Sehingga, Anda dianjurkan menghindari ciuman dan berbagi makanan atau minuman hingga beberapa hari setelah demam mereda.

Sifilis

Sifilis sangat menular. Salah satu keunggulannya adalah terjadinya perkembangan luka di mulut. Sehingga, risiko terkena sifilis bisa muncul setelah Anda mencium seseorang. Biasanya luka akibat sifilis berbentuk bulat dan terbuka, jadi bakteri (treponema pallidum) dengan mudah menyebar melalui kontak dekat.

Ciuman kerap diartikan sebagai tanda cinta. Tetapi, kesehatan pun harus lebih diutamakan. Makanya perhatikan kesehatan serta kebersihan mulut Anda dan juga pasangan Anda agar risiko-risiko penyakit tersebut di atas tidak terjadi. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA