Begini Konsep Revitalisasi Alun-alun Ciamis yang Akan Telan Anggaran Rp. 21 Milyar

Desain gambar ilustrasi revitalisasi Alun-alun Ciamis yang disodorkan oleh pihak konsultan. Desain gambar ini masih mentah dan dimungkinkan akan dilakukan beberapa perubahan. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kabid Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Bayu Rahkmana, mengungkapkan, anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi Alun-alun Ciamis atau untuk mewujudkan konsep gambar yang dibuat oleh konsultan diperlukan anggaran sebesar Rp. 21 milyar atau dengan estimasi harga kontruksi sebesar Rp. 700 ribu per meter persegi.

“Anggaran Rp. 21 milyar itu angka standar atau berdasarkan penghitungan dari konsep yang disodorkan oleh konsultan. Kalau sepertinya ada tambahan lagi, bisa lebih dari Rp. 21 milyar,” ujar Bayu, kepada Koran HR, Selasa (17/07/2018).

Namun begitu, kata Bayu, pembangunan proyek revitalisasi Alun-alun Ciamis tidak dilangsungkan dalam satu tahun anggaran, tetapi dilakukan secara bertahap atau dalam beberapa tahun anggaran.

Berita Terkait: Alun-alun Ciamis Akan Dibangun Super Megah, di Sebelahnya Ada ‘Ciamis Square’

“Untuk anggaran tahun 2018 ini, ada proyek revitalisasi Alun-alun Ciamis sekitar Rp. 2 milyar. Anggaran itu akan dialokasikan untuk membangun kawasan taman dan area berkumpul warga di sekitar air mancur. Tahun anggaran 2019 mendatang kita akan mengajukan lagi anggaran sekitar Rp. 5 milyar untuk melanjutkan progres berikutnya. Artinya, dalam beberapa tahun kedepan, kita upayakan untuk terus melanjutkan konsep desain revitalisasi Alun-alun Ciamis sampai tuntas,” terangnya.

Desain gambar ilustrasi revitalisasi Alun-alun Ciamis yang disodorkan oleh pihak konsultan. Desain gambar ini masih mentah dan dimungkinkan akan dilakukan beberapa perubahan. Foto: Istimewa

Bayu menjelaskan, pada konsep revitalisasi Alun-alun Ciamis, terdapat beberapa titik fasilitas baru yang akan dibangun. Pertama, area taman air mancur yang dilengkapi tempat duduk yang bisa digunakan warga untuk bersantai. Pada area taman pun terdapat area jalan sempit yang melingkar untuk warga berjalan-jalan mengelilingi alun-alun. Tempat itu akan dibangun di lahan eks Taman Raflesia.

Sementara di areal Alun-alun Ciamis, lanjut Bayu, akan dibangun sebuah plaza atau area terbuka untuk tempat berkumpul warga. “Kalau pada gambar, ada lingkaran berwarna ungu, itu area plaza. Di area itupun bisa digunakan tempat bermain skateboard untuk anak muda dan arena bermain lainnya. Apabila area plaza dibangun, jalan yang membelah Alun-alun dan eks taman Raflesia akan ditutup dan lahannya akan dibangun untuk area plaza tersebut,”terangnya.

Sementara di area ujung eks taman reflesia atau yang saat ini terdapat reklame bilboord, lanjut Bayu, akan dibangun area food court atau tempat para PKL direlokasi. Semua PKL yang kini berada di Alun-alun Ciamis, nantinya akan direlokasi ke tempat itu.

“Food court ini dibangun 3 lantai. Lantai pertama untuk parkir mobil, lantai kedua untuk parkir motor dan lantai tiga untuk area food court. Dari area eks taman reflesia nantinya akan ada jembatan penyebrangan untuk pejalan kaki menuju ke area food court,” terangnya.

Ketika ditanya revitalitasi Alun-alun Ciamis ini ditargetkan rampung dalam waktu berapa tahun kedepan, Bayu mengatakan, hal itu bagaimana kebijakan dari Pemkab Ciamis. “Saat ini kita hanya membuat konsep desainnya dulu. Hal itu agar revitalisasi terkonsep dan terarah dengan baik. Mengenai kapan revitalisasi Alun-alun ini akan tuntas, itu kembali lagi kepada kebijakan. Hanya saja, dengan adanya DED ini, penataan kawasan perkotaan Ciamis akan lebih terencana serta terarah dengan baik,” ujarnya.

TCL

Menurut Bayu, memang perlu dilakukan rembug bersama yang mengundang sejumlah kompenen di Ciamis guna merumuskan konsep yang tepat untuk revitalisasi Alun-alun.

“Tak hanya pada persoalan penutupan jalan dan desain bangunan food court saja, tetapi seperti bangunan pengganti tugu bunga reflesia pun belum terpikirkan. Tugu bunga raflesia tentunya harus diganti, karena itu merupakan simbol Kabupaten Pangandaran. Hanya, tugu raflesia itu diganti oleh simbol apa, perlu dibahas lagi. Apa perlu meminta masukan dari sejumlah tokoh atau nantinya di sayembarakan untuk mencari simbol apa yang tepat guna menggambarkan identitas Ciamis ,” pungkasnya. (Bgj/Koran-HR)

Loading...