BTD Asprov Jabar Kritisi Sistem Perwakilan Peserta Piala Soeratin 2018

Anggota Badan Tim Daerah (BTD) atau penjaring potensi daerah Asprov PSSI Jabar, H. Yoko Anggasurya. Foto : Nanang Supendi/HR

Berita Olahraga, (harapanrakyat.com),- Perhelatan kompetisi sepakbola Piala Soeratin U-15 dan U-13 tahun 2018 ini yang diwakili setiap daerahnya oleh sekolah sepak bola (SSB), adalah sebuah kemunduran pembinaan usia muda atau merupakan proyek gagal. Pasalnya, secara keseluruhan tidak menghadirkan dan menunjukan pemain terbaiknya dari setiap daerah.

Demikian kritikan pedas dilontarkan anggota Badan Tim Daerah (BTD) atau penjaring potensi daerah Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat (Jabar), H. Yoko Anggasurya, saat diwawancarai HR Online, di Stadion Sport Center Langensari Kota Banjar, Minggu (29/07/2018).

“Dengan diwakili SSB, bibit atau potensi pemain terbaik tak terpantau atau terjaring dari setiap daerahnya. Ini gelaran tahun 2018, bisa dikata kemunduran atau proyek gagal yang digagas PSSI pusat,” ucapnya.

Mestinya, ucap dia, seperti sistem awal saja yaitu diserahkan atau dikembalikan kepada Askab atau Askot. Artinya, biar organisasi sepakbola kabupaten atau kota yang merekrut para pemain terbaik dari seluruh SSB yang ada, kemudian diseleksi untuk membentuk tim Soeratin daerahnya.

“Lagian untuk SSB, sudah ada wadah di kejuaran Piala Menpora,” tuturnya.

Menurutnya, sistem yang digunakan tahun 2018 ini, sebelumnya sempat dipertanyakan dan diprotes dari Asprov Jabar. Namun, katanya, PSSI pusat tetap bersikukuh dengan alasan tujuan digelar Piala Soeratin adalah untuk mengangkat atau menaikan SSB atau klub sepakbola di daerah.

“Maka ya kami ikuti seperti regulasi pusat,” katanya.

Justru, menurutnya, tujuan Piala Soeratin itu kurang sesuai dengan tujuan sebenarnya, yaitu untuk menggali potensi pemain muda berbakat yang tersebar di setiap SSB, dimana tadi pemain terbaik direkrutnya untuk diseleksi jadi tim daerah melalui Askab atau Askot.

“Begitu pun selanjutnya, Asprov melakukan seleksi pemain untuk dijadikan tim Piala Soeratin provinsi, yang diambilnya dari sejumlah pemain terbaik di masing-masing tim Askab atau Askot guna mengikuti di tingkat nasional. Jadi harus yang mewakili atas nama daerah, toh intinya untuk kemajuan persepakbolaan nasional,” tandasnya.

Dia pun lebih lanjut mengatakan, merasa tidak adil bahwa perwakilan dari Jabar hanya satu SSB saja yakni hanya juara pertama dari masing-masing jenjang usia untuk melenggang ke Piala Soeratin tingkat nasional pada Oktober mendatang.

Sementara diketahui pada pertandingan ke tiga dan ke empat babak 8 besar Piala soeratin U-13 hari Minggu ini, DIJI FF Kab.Tasikmalaya berhasil mengalahkan Tajimalela FA Kota Bekasi 5-2, dan Benfica FC Karawang bekuk Persipa Cimahi 3-1. Maka, DIJI FF Kab. Tasikmalaya bertemu Persipa Cimahi di semifinal, Selasa (31/07/2018). (Nanks/R5/HR-Online)