Hama Wereng di Banjar Serang Tanaman Padi

Tanaman padi di salah satu blok pesawahan di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, tampak mengering akibat diserang hama wereng coklat. Photo: Abdulloh Muklis/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Tanaman padi milik para petani di wilayah Desa Neglasari dan Kelurahan Situbatu, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, mati diserang hama wereng coklat. Akibat serangan hama tersebut, dipastikan para petani bakal mengalami gagal panen.

Blok pesawahan di wilayah Desa Neglasari yang padinya diserang hama wereng coklat itu berada di Dusun Cikapundung, Rancamuncang dan Dusun Cipariuk seluas kurang lebih satu hektare, dengan lokasi terpisah.

Begitu pula di blok pesawahan wilayah Kelurahan Situbatu. Dalam waktu relatif singkat, hama wereng coklat menyerang hingga tanaman berubah dari warna hijau menjadi merah, kemudian langsung mengering dari dahan sampai bulir buahnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari BPP Kecamatan Banjar, Darsim dan Rani, langsung terjun ke lapangan. Mereka pun ikut prihatin atas apa yang dialami para petani.

Seperti diungkapkan Darsim, kepada Koran HR, saat ditemui usai meninjau lokasi tanaman padi yang terserang hama, Selasa (03/07/2018). Dia mengatakan, serangan hama wereng salah satunya akibat pola tanam yang tidak serempak.

“Jadi, untuk mengatisipasi hal serupa tidak terulang lagi, diharapkan para petani harus mengikuti saran dari pemerintah. Dalam hal ini Dinas Pertaian yang sudah menugaskan PPL untuk membina dan mengarahkan para petani melalui kelompok tani,” ujar Darsim.

Supaya para petani bisa menikmati hasil garapannya dengan hasil yang maksimal dan memuaskan, mereka dan harus mau merubah pola tanam. Selain itu, para petani juga diharapkan mau ikut Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Jadi, jika para petani yang tanaman padinya terserang hama seperti sekarang ini, akan mendapat ganti rugi.

Pemerintah juga sudah menyarankan agar petani melaksanakan pola tanam sejajar legowo. Karena, untuk merubah pola tanam harus ada kemauan dari para petani itu sendiri. Selain itu, kekompakan waktu tanam padi juga menjadi salah satu antisipasi untuk mengurangi adanya serangan hama.

“Jadi, himbauan dari petugas untuk para petani diharapkan mau melaksanakan teknik merubah pola tanam, yaitu harus melaksanakan teknik merubah pola tanam secara serempak. Ingat, untuk menuai hasil maksimal dan memuaskan, petani harus berani merubah pola tanam sesuai dengan yang digalakan pemerintah,” tandas Darsim.

Pihaknya juga menyarankan, bagi petani yang tanaman padinya belum terkena serangan hama wereng, bisa mendapatkan obat pestisida melalui ketua kelompoknya masing-masing.  (AM/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar