Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarHarga Telur Ayam di Banjar Terus Meroket

Harga Telur Ayam di Banjar Terus Meroket

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Harga telur ayam di Pasar Tradisional Kota Banjar terus meroket naik hingga mencapai Rp.30.000 per kilogram, dari harga semula Rp.25.000. Kenaikan ini terjadi pasca Lebaran Idul Fitri kemarin.

Ade (55), salah seorang pedagang telur di Pasar Banjar, Senin (16/07/2018), mengatakan, kenaikan harga telur ayam ini akibat dari naiknya harga BBM, banyaknya permintaan, namun pasokannya berkurang. Selama ini telur ayam yang dijualnya dipasok dari daerah Jawa, dan kini harganya terus naik.

Pedagang telur ayam lainnya, Acim (51), justru dirinya mengaku tidak mengetahui secara persis apa penyebab kenaikan tersebut. Pasalnya, harga beli di distributor telur juga terus mengalami kenaikan.

“Kalau saya tidak tahu persis kenapa harga telur terus naik. Dari distributor harganya naik, ya otomatis saya pun ikut menaikkan harga,” ujar Acim.

Sementara menurut Iwan (49), pedagang telur lainnya, bahwa kenaikan harga telur bukan hanya pada telur ayam saja, melainkan harga telur puyuh pun ikut merangkak naik. Dari sebelumnya Rp.28.000 per kilogram kini menjadi Rp.35.000.

Melonjaknya harga telur ayam tentu saja dikeluhkan warga, salah satunya Ida Parwati (32), warga Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Dirinya berharap kepada pemerintah supaya bisa segera menstabilkan kembali harga telur ayam yang saat ini terus meroket.

“Telur ayam merupakan makanan pokok dan juga menjadi bahan pokok untuk pembuatan kue. Jadi saya berharap semoga pemerintah bisa menstabilkan kembali harga-harga kebutuhan pokok,” ungkap Ida.

Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Banjar, Saeppudin, mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti apa penyebab meroketnya harga telur ayam di pasaran.

“Sampai sekarang kami belum mengetahui apa penyebab kenaikan harga telur ayam. Kemungkinan kenaikan harga disebabkan karena harga pakan ayam naik, sehingga harga telur pun ikut naik,” singkatnya. (Hermanto/Koran HR)