Jembatan Gantung di Ciamis Putus, 15 Warga Alami Luka-luka Hingga Ada yang Patah Tulang

Jembatan gantung sungai Cigerentel yang berada di Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, putus saat 25 warga setempat menyebrang secara bersamaan, Selasa (10/07/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com), –
Jembatan gantung sungai Cigerentel yang berada di Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat,  dilaporkan putus saat 25 warga setempat menyebrang secara bersamaan, Selasa (10/07/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.  Namun, 15 dari 25 warga yang menyebrang di jembatan itu terjatuh ke sungai dengan ketinggian sekitar 10 meter. Korban mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas rawat inap Cidolog.

Camat Cidolog Dedi Sudrajat, ketika dihubungi Selasa (10/07/2018), mengatakan, penyebab putusnya jembatan gantung tersebut diduga karena kelebihan beban. Pasalnya, sebelum ambruk, sedikitnya 25 warga
secara bersamaan melintas di jembatan saat mereka hendak pergi ke kondangan.

“Jembatan itu memiliki panjang sekitar 30 meter dengan lebar 2 meter dan di sepanjang bentangan terbuat dari bambu yang dihubungkan menggunakan kabel sling,” ujarnya.

Menurut Dedi, 15 warga yang menjadi korban mengalami luka yang beragam, ada yang mengalami luka sobek di bagian kepala, luka memar sampai ada yang mengalami patah tulang. “Korban umumnya ibu-ibu dengan membawa anak-anaknya. Mereka berangkat bersamaan ke acara kondangan,” imbuhnya.

Dedi menambahkan, kondisi sungai saat ini sedang surut, sehingga ketika korban terjatuh, langsung mendarat ke lumpur dan bebatuan. “Makanya mereka mengalami luka, hingga ada yang patah tulang. Itu karena saat terjatuh mendarat ke bebatuan,” katanya.

Menurut Dedi, dari informasi terakhir, korban masih dirawat di Puskesmas dan masih dalam perawatan tim medis. “Belum ada informasi bahwa ada korban yang harus dirujuk ke rumah sakit. Karena penanganan medis di Puskesmas masih berjalan,” ujarnya.

Dedi menjelaskan, kondisi jembatan itu  sudah uzur dimakan usia atau sejak dibangun sekitar 15 tahun lalu belum mendapat perbaikan. “Paling dilakukan perawatan dengan mengganti bambu yang sudah lapuk atau rusak. Itupun hasil swadaya warga setempat,” ujarnya.

Menurut Dedi, meski hanya sebatas jembatan gantung, namun jembatan itu sudah menjadi akses vital bagi warga sekitar sebagai penghubung antar kampung. Karena tak ada lagi akses yang berdekatan sebagai pengganti jembatan tersebut. “Kalaupun ada, warga harus memutar arah dan jaraknya cukup jauh. Artinya, jembatan ini harus segera diperbaiki agar tidak melumpuhkan akses ekonomi masyarakat setempat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jembatan gantung ini sebagai akses pengubung antara Dusun Pabuaran dengan Dusun Ciparay, Desa Ciparay, Kecamatan Cidolig. Jembatan inipun sering digunakan sebagai akses penghubung dari Kecamatan Cidolog menuju Kecamatan Pamarican ataupun sebaliknya. (Her2/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar