Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita CiamisKadisdik Ciamis Pastikan Tidak Ada Perpeloncoan Siswa Baru di Sekolah

Kadisdik Ciamis Pastikan Tidak Ada Perpeloncoan Siswa Baru di Sekolah

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Wawan S Arifin, menegaskan, pihaknya dari jauh-jauh hari sudah mengingatkan kepada seluruh sekolah agar tidak melakukan perpeloncoan terhadap siswa baru. Sekolah pun sudah diminta untuk melakukan pembinaan kepada siswa atau kakak tingkat kelas agar tidak melakukan perpeloncoan kepada adik kelasnya.

“Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini harus betul-betul sebagai ajang untuk memperkenalkan siswa baru terhadap lingkungan sekolah, fasilitas sekolah dan aturan di sekolah. Jadi, tidak boleh ada yang lain-lain, apalagi perpeloncoan,” katanya, usai melakukan pemantauan MPLS di SMPN 1 Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Senin (16/07/2018).

Wawan menambahkan, setelah dirinya melakukan pemantauan kegiatan MPLS di beberapa sekolah, tidak ditemukan perpeloncoan, termasuk juga tidak ditemukan kegiatan untuk siswa baru yang melenceng dari tujuan MPLS. “Alhamdulilah, kegiatan MPLS di seluruh sekolah di Ciamis berjalan lancar. Hingga siang ini kami belum mendapat laporan adanya permasalahan,” ungkapnya.

Menurut Wawan, kegiatan MPLS ini harus digunakan oleh sekolah sebagai sarana untuk menyosialisasikan tata tertib sekolah kepada siswa baru. Karena pembentukan karakter siswa di sekolah berawal dari taatnya siswa terhadap tata tertib. “Jangan sampai nantinya ada siswa yang tidak tahu tata tertib sekolahnya,” imbuhnya.

Selain itu, Wawan pun meminta kepada sekolah agar melakukan komunikasi inten dengan orangtua siswa. Karena, menurutnya, belajar dan mendidik tidak hanya di sekolah, tetapi justru lebih lama ketika siswa berada di rumah. “Dengan melakukan komunikasi dengan orang tuanya, siswa akan lebih terpantau dari mulai belajarnya hingga pergaulan dengan teman-temannya. Selain itu, komunikasi pun dibutuhkan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara sekolah dengan orangtua siswa,” terangnya.

Wawan juga mengatakan di seluruh sekolah di Kabupaten Ciamis tidak ada larangan siswa membawa smartphone ke sekolah. Justru, lanjut dia, dengan penerapan kurikulum 2013, sistem pendidikan sudah berbasis teknologi informasi (IT).

“Tapi sekolah juga tidak menganjurkan setiap siswa harus punya smartphone. Namun, apabila siswa memiliki smartphone, fasilitas internetnya bisa digunakan untuk membantu mencari tambahan referensi pelajaran sekolah,” ungkapnya.

Namun begitu, lanjut Wawan, guru pun harus bisa mengarahkan siswanya agar menggunakan smartphone untuk kegiatan positif, terutama dalam membantu menemukan referensi tambahan pembelajaran melalui akses internet.

“Intinya guru harus bisa mengarahkan siswanya menggunakan smartphone untuk kegiatan positif dan produktif. Dengan begitu, para siswa akan paham dan nantinya akan terbiasa menggunakan smartphone untuk hal positif dan bermanfaat,” pungkasnya. (Her2/R2/HR-Online)