Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarKeluarga Dadi di Sinartanjung Banjar Butuh Bantuan KIP & KIS

Keluarga Dadi di Sinartanjung Banjar Butuh Bantuan KIP & KIS

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Memiliki jaminan kesehatan serta jaminan pendidikan bagi sebagian masyarakat yang kurang mampu memang sangat berarti, terlebih untuk meringankan beban kebutuhan hidup yang semakin banyak.

Berbagai program dari pemerintah pun digulirkan untuk membantu masyarakat. Akan tetapi, dari program yang sudah dilaksanakan masih saja terdapat masyarakat yang belum menikmati, meski sudah sesuai kriteria.

Seperti yang dialami keluarga Dadi Sujani (35), warga Dusun Pananjung, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Dadi yang diketahui terserang penyakit stroke sejak 1,5 tahun lalu, kini tak bisa berbuat banyak, hanya terbaring di ranjang dan sesekali latihan berjalan di dalam rumah. Meski demikian, ia masih bisa menikmati program Kartu Indonesia Sehat (KIS) sejak domisili di Cisaga, Kabupaten Ciamis.

“Setelah menikah, saya dikaruniai anak yang kini sudah kelas 2 SD. Namun karena kondisi saya yang sudah tak bisa berbuat apa-apa, saya kasihan masa depan anak saya dan juga keluarga saya. Makanya saya ingin sekali anak saya bisa mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIS. Sedangkan istri saya juga perlu KIS,” tutur Dadi, saat dihubungi Koran HR, Selasa (24/07/2018).

Sementara itu, Dede Nurrohimah (29), istri Dadi, menjelaskan, pasca suaminya terkena penyakit stroke, kehidupan di keluarga kecilnya itu dilanda kebingungan. Baik dalam masalah pemenuhan kebutuhan sehari-hari, maupun jaminan kesehatan serta jaminan pendidikan anaknya.

“Tadinya suami saya pembuat bata merah, tapi sekarang sudah tak bisa apa-apa lagi. Karena itu, saya terpaksa banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, meskipun saya masih menyatu dengan orang tua kandung saya. Tapi saya tak ingin merepotkan orang tua dengan keadaan seperti ini. Makanya, minimal dengan adanya program pemerintah itu bisa meringankan beban saya,” kata Dede, saat ditemui Koran HR di rumahnya.

Karena dirinya serta anaknya belum mendapatkan program KIP-KIS tesebut, lanjut Dede, dirnya sangat berharap pemerintah bisa mempermudah keluarganya untuk mendapatkan kedua kartu tersebut.

“Jika suami saya tidak kena musibah tentunya tak apa-apa belum dapat bantuan juga, tapi ini kondisinya berbeda. Saya harus mencukupi kebutuhan dengan mencetak bata merah di orang lain, kadang mengangkut bata, atau pekerjaan apapun sekiranya halal. Makanya, saya sangat harap pemerintah bisa membantu saya, syukur-syukur Ibu Walikota datang ke sini untuk mengecek keadaan keluarga kami yang sebenarnya,” tutur Dede, penuh harap.

Lantaran belum meratanya program bantuan tersebut ke masyarakat, dirinya juga berharap pemerintah melalui dinas terkaitnya untuk bisa mengevaluasi kembali para penerima bantuan dari pemerintah. Pasalnya, masih ada saja yang tidak sesuai kriteria, tapi justru mendapatkan program yang dikhususkan bagi warga tidak mampu.

“Saya ingin anak saya tetap bisa sekolah, dan saya ingin tidak bingung ketika penyakit kram usus saya kumat. Sebenarnya saya bingung harus mengadu kemana kalau tidak ke pemerintah. Semoga saja Ibu Walikota bisa memenuhi keinginan saya ini,” pungkas Dede. (Muhafid/Koran HR)