Korban Jembatan Gantung Putus di Ciamis, “Setelah Jatuh ke Sungai, Saya Tidak Ingat Lagi”

Maryam (70), salah satu korban tragedi jembatan gantung putus yang juga warga Desa Margajaya Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, saat dirawat di ruang rawat inap Puskesmas Cidolog, Kabupaten Ciamis. Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Maryam (70), warga Desa Margajaya Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, harus terbaring dengan kondisi lemah di ruang rawat inap Puskesmas Cidolog, Kabupaten Ciamis. Dia mengalami luka di bagian kepala dan pinggang setelah sebelumnya terjatuh dari ketinggian 10 meter saat terjadi tragedi jembatan gantung putus di Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (10/07/2018).

Saat ditemui HR Online, di Puskesmas Cidolog, Rabu (11/07/2018), Maryam mengaku dirinya bersama rombongan melintasi jembatan gantung dengan tujuan akan menghadiri undangan pernikahan. Menurutnya, untuk sampai ke acara pernikahan dari kampungnya dengan berjalan kaki, tidak ada akses lain selain harus melewati jembatan gantung tersebut.

Maryam menceritakan, saat itu rombongan berjumlah sekitar 25 orang. Karena sudah terbiasa melintas ke jembatan gantung itu, dirinya dan rombongan tidak kepikiran bakal terjadi peristiwa naas tersebut. “Biasanya juga kami melintas dengan banyak orang di jembatan itu. Tidak apa-apa. Malah sudah terbiasa seperti itu. Jadi, kami pada waktu itu tidak khawatir ambruk dan tidak terpikir bakal kejadian seperti ini,” katanya.

Namun, pada pagi menjelang siang itu, hal yang tak biasa justru menghampiri mereka. Ketika rombongan yang berjumlah sekitar 25 orang itu menyebrang secara bersamaan, tiba-tiba saja jembatan gantung itu bergoyang-goyang. Braak! Jembatan gantung itu putus dan 15 dari 25 orang terjun bebas ke sungai yang dangkal.

“Saya juga waktu itu kaget bercampur panik saat jembatan bergoyang-goyang. Semuanya teriak histeris sembari menyebut nama Allah. Setelah itu terjatuh ke sungai dan kemudian saya tidak ingat apa-apa lagi. Saya baru sadar ketika sudah berada di puskesmas,” ujarnya.

Maryam pun mengaku bersyukur dirinya bisa terhindar dari maut. Dia juga membayangkan seandainya kejadian itu terjadi ketika aliran sungai sedang deras. “Untung saja sungai lagi dangkal, bahkan tak ada airnya. Kalau air sungai lagi deras, bisa dibayangkan kami terseret arus dan mungkin akibatnya lebih vatal,” ungkapnya.

Namun, nasib berbeda dialami Komariah (45), warga lainnya, yang ikut bersama rombongan tersebut. Dia mengaku saat akan menyebrang ke jembatan gantung, langkahnya ketinggalan beberapa meter dari iring-iringan rombongan. Namun, hal itu justru menyelamatnya dari musibah.

“Saya waktu itu berjalan kaki paling belakang. Malah agak berjauhan beberapa meter dengan rombongan. Belum sampai ke jembatan, saya kaget ketika mendengar orang teriak-teriak minta tolong. Saya langsung lari ke arah jembatan. Ternyata sudah  banyak orang tergeletak di sungai,” katanya.

“Waktu itu saya ingat bahwa di rombongan depan ada ibu saya. Spontan waktu itu saya turun ke sungai untuk menyelamatkan ibu,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, jembatan gantung sungai Cigerentel yang berada di Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dilaporkan putus saat 25 warga setempat menyebrang secara bersamaan, Selasa (10/07/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.  Namun, 15 dari 25 warga yang menyebrang di jembatan itu, dikabarkan terjatuh ke sungai dengan ketinggian sekitar 10 meter. Korban mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas rawat inap Cidolog. (Her2/R2/HR-Online)

Berita Terkait

Jembatan Gantung di Ciamis Putus, 15 Warga Alami Luka-luka Hingga Ada yang Patah Tulang

Pemkab Ciamis Diminta Segera Bangun Kembali Jembatan Cigerentel yang Putus

Tanggung Biaya Berobat Korban, Bupati Ciamis Janji Segera Bangun Kembali Jembatan Cigerentel

KOMENTAR ANDA