Menteri Susi Pudjiastuti Lulus Paket C Dengan Nilai Tertinggi di Ciamis

Menteri Keluatan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, saat mengikuti UNBK kelas susulan di SMA Negeri 1 Pangandaran, pada 11-13 Mei 2018 lalu. Foto: Dokumentasi PKBM Bina Pandu Mandiri Ciamis

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Menteri Keluatan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, tampaknya tak hanya sekedar lulus program Paket C dan mendapat ijazah setara SMA, namun perempuan asal Pangandaran inipun dinyatakan sebagai siswa yang memiliki nilai UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tertinggi untuk kelas Paket C di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dari 7 mata pelajaran yang diujikan pada UNBK program Paket C, Susi mendapat nilai kumulatif sebesar 429.

Ketua Yayasan PKBM Bina Pandu Mandiri Kabupaten Ciamis, Didi Ruswendi, mengungkapkan, dari 569 peserta UNBK program Paket C tahun 2018 di Kabupaten Ciamis, nilai kumulatif Susi Pudjiastuti memang paling tinggi dari peserta lainnya atau dengan nilai 429. Namun begitu, lanjut dia, meski memiliki nilai paling tinggi, namun ada nilai pada salah satu mata pelajaran yang di bawah 50.

“Justru anehnya, nilai Ibu Susi yang rendah itu pada mata pelajaran ekonomi dengan nilai 42,5. Padahal, beliau seorang pengusaha sukses dan publik pun sudah mengakuinya. Nilai Ibu Susi tertinggi justru pada mata pelajaran PKN atau Kewarganegaraan dengan nilai 82,” katanya, saat dihubungi HR Online via telepon selulernya, Jum’at (13/07/2018).

Berita Terkait: Lulus Paket C di Ciamis, Menteri Susi Pudjiastuti Mendapat Ijazah Setara SMA

Pada mata pelajaran Bahasa Inggris pun, lanjut Didi, nilai Susi tidak begitu menonjol atau hanya mendapat nilai 76. Padahal, kata dia, Susi dikenal mahir berbahasa Inggris dan memiliki pergaualan bisnis berskala internasional. “Saya juga kaget kok dapat nilai 76 pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Saya awalnya memprediksi beliau bakal mendapat nilai minimalnya 90. Karena Ibu Susi ini seorang pebisnis yang memiliki relasi dari banyak Negara. Jadi, bahasa inggris sudah menjadi bahasa sehari-hari bagi beliau,” ujarnya.

Namun, lanjut Didi, dalam UNBK seringkali tidak berbanding lurus. Menurutnya, tak sedikit siswa pintar di sekolah formal pun justru mendapat nilai rendah pada UNBK. “Banyak faktor yang mempengaruhi, mulai dari persiapan hingga mental sangat berpengaruh. Bisa saja ketika si siswa sudah menghapal dengan persiapan maksimal, namun saat mengikuti UNBK jadi grogi. Makanya, nilai ujian nasional sekarang tidak menjadi patokan pada kelulusan.

Namun begitu, tambah Didi, nilai 429 yang diperoleh seorang siswa Paket C sudah luar biasa. Karena, menurutnya, siswa program paket C rata-rata berusia tua dan tentunya tidak akan maksimal saat persiapan sebelum ujian, sebab waktunya terbagi oleh pekerjaan. “Berbeda dengan siswa non formal yang rata-rata masih usia belia dan mereka sangat fokus mempersiapkan ujian. Wajar kalau anak-anak SMA/SMK mendapat nilai UNBK tinggi pun,” ungkapnya.

Saat mengikuti UNBK di SMA Negeri 1 Pangadaran, kata Didi, Susi terbilang disiplin dan mematuhi seluruh peraturan, termasuk dia sudah datang ke tempat ujian 15 menit sebelum pelaksanaan ujian dimulai. “Ibu Susi mengikuti ujian bersama dua peserta lainnya di SMA Negeri 1 Pangandaran. Saat ujiannya pun diawasi secara ketat oleh pengawas,” pungkasnya.

Sebelumnya, setelah mendaftar sebagai siswa program paket C jurusan IPS di PKBM Bina Pandu Mandiri Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada tahun 2015 lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, akhirnya dinyatakan lulus dan mendapat Ijazah setera SMA. Sebelumnya, Susi mengikuti UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) kelas susulan di SMA Negeri 1 Pangandaran pada tanggal 11-13 Mei 2018 lalu.

Ketua Yayasan PKBM Bina Pandu Mandiri Kabupaten Ciamis, Didi Ruswendi, saat dihubungi via telepon selulernya, Jum’at (13/07/2018), mengatakan, sebenarnya Susi sudah bisa mengikuti UNBK pada tahun 2017 lalu. Namun, pada saat jadwal UNBK tahun lalu, Susi tidak bisa mengikuti pelaksanaan ujian karena harus mengikuti acara kementerian dengan melakukan lawatan ke Jepang.

“Pada saat jadwal UNBK kelas susulan tahun lalu pun Ibu Susi masih belum bisa mengikuti ujian, karena padatnya agenda kenegaraan beliau pada waktu itu. Nah, pada jadwal UNBK kelas susulan tahun ini, Ibu Susi baru bisa mengikuti ujian,” ujarnya. (R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar