Minat Bersekolah ke Ponpes di Ciamis Tinggi, Miftahul Huda 2 Bayasari ‘Banjir’ Pendaftar

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari, KH. Nonof Hanafi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Islam Terpadu (SMP IT) Miftahul Huda 2, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ternyata melebihi target. Hal itu terjadi seiring kepercayaan masyarakat terhadap Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 sangat tinggi.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari, KH. Nonof Hanafi, Selasa (24/07/2018), mengungkapkan, jumlah siswa yang mendaftar ke SMP IT Miftahul Huda 2 mencapai sekitar 1000 orang. Sedangkan kuota siswa yang diterima hanya 540 orang.

“Masyarakat sangat percaya kepada lembaga pendidikan pesantren, karena merasa aman dan nyaman dalam menimba ilmu,” katanya.

Nonop menjelaskan, batas rombongan belajar (rombel) di sekolah adalah 11 rombel dengan siswa setiap rombelnya sebanyak 32 orang. Dengan kata lain, jumlah siswa yang diterima hanya 365 orang.

“Untuk mengantisipasi hal itu, jauh hari kami sudah berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan. Akhirnya kami mengajukan pendirian kampus 2 atau cabang sekolah baru, dengan nama SMP IT Miftahul Huda 2 Annawawiah,” katanya.

Diakui Nonop, setiap tahun jumlah siswa yang mendaftar ke Miftahul Huda 2 terus membludak. Menurutnya, hal itu terjadi berkat kerja tim yang melibatkan seluruh alumni pesantren di Indonesia.

“Ini merupakan miniatur pelajar Indonesia, karena disini berasal dari berbagai daerah, dari Aceh, Kalimantan, Sumatera dan beberapa daerah lainnya. Bicara Bhineka Tunggal Ika disini tempatnya,” tandasnya.

Nonop menambahkan, Miftahul Huda 2 mempunyai keunggulan, yaitu memadukan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, emosional dan adventurial.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis, Wawan S Arifien, mengaku sudah menerima pengajuan pendirian kampus 2 SMP IT Miftahul Huda 2. Hal itu mengingat kepercayaan masyarakat terhadap pesantren dan pendidikan formal yang diadakan pesantren Miftahul Huda 2 cukup tinggi.

“Kami sudah berkonsultasi dengan Kemendikbud, alternatifnya harus membuka sekolah baru,” kata Wawan. (Her2/HR-Online)