Pasca Sukses Panen Cabe, KOMPPI Pangandaran Gagas Tanam Buncis Kenya

KOMPPI Kabupaten Pangandaran saat bersama Poktan Gandasoli Hill di lokasi penanaman Buncis Kenya. Foto: Aceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Setelah sukses menanam cabe besar, kini Komunitas Masyarakat Peduli Pertanian Indonesia (KOMPPI) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, membuat trobosan baru melalui uji coba penanaman Buncis. Menariknya, buncis jenis ini harganya mencapai Rp. 25 ribu perkilogramnya.

Diketahui, Buncis Kenya merupakan jenis tanaman hortikultura yang memiliki karakter tumbuh lebih pendek dari umumnya. Sementara itu, Buncis ini memerlukan ajir (alat penegak yang terbuat dari batang bambu atau tongkat) dengan tinggi 1 meter hingga 1,5 meter.

Tarli Sutarli, Ketua KOMPPI Kabupaten Pangandaran, mengatakan, Buncis Kenya sangat cocok di tanam di daerah dataran tinggi seperti Langkaplancar. Karena potensi tersebut, pihaknya mencoba melakukan pengembangan tanaman ini.

“Sekarang saja KOMPPI Kecamatan Langkaplancar telah sukses menanam cabe. Sekitar lima bulan sudah terbukti menghasilkan panen cabe satu ton tiap bulannya. Jadi, kebutuhan cabe di Langkaplancar terpenuhi. Tak hanya itu, kita juga bisa suplai cabe ke Pangandaran, Banjar, Ciamis maupun Tasikmalaya,” katanya kepada Koran HR, Selasa (03/07/2018).

Sementara itu, Koordinator penyuluh pertanian Kabupaten Pangandaran, Kodir Zulhaedir, mengatakan, keberhasilan KOMPPI dengan menanam cabe yang sekarang ini merupakan keberhasilan seluruh anggota kelompok tani di Kecamatan Langkaplancar. Sedangkan untuk penanaman Buncis Kenya ini merupakan pertama kalinya di Kabupaten Pangandaran yang dilakukan di Kecamatan Langkaplancar.

“Semoga dengan pola kelola yang diterapkan KOMPPI di Langkaplancar ini petani lebih manju, mandiri dan menjadi cikal bakal terciptanya kelompok ekonomi produktif dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP),” katanya.

Kodir menambahkan, Buncis Kenya yang ditanam oleh Poktan Gandasoli Hill yang menghabiskan benih sebanyak 20 kilogram yang ditanam di lahan seluas 2 hektar dengan target panen 1 ton per dua hari. Sehingga, pemasaran keluar kota tidak tanggung-tanggung dan KOMPPI siap memfasilitasinya.

“Semoga petani maju, petani mandiri tidak menjadi petani pengemis tapi petani kreatif yang punya inovasi,” pungkasnya. (Ceng/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA