Ribuan Siswa & Santri Baru Al Azhar Banjar Ikuti MPLS

Ribuan siswa dari berbagai sekolah dan santri yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Kota Banjar, saat mengikuti upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di lapangan YPPMAC. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Ribuan siswa dari berbagai sekolah dan santri yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo (YPPMAC) Kota Banjar, mengikuti upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di lapangan YPPMAC, Senin (16/07/2018). Uniknya, dalam upacara tersebut para santri mengenakan busana muslim dan memakai sarung bagi santri putra.

Dari pantauan Koran HR, sebelum mengikuti upacara, para peserta dari masing-masing sekolah dan berbagai tingkatan berkumpul di halaman pondok pesantren, untuk mendapatkan arahan dari Ketua Yayasan. Setelah itu, mereka berjalan ke lapangan dengan iringan marching band dari salah satu sekolah.

Sementara, pada saat pelaksanaan upacara, Bendera Merah Putih langsung dikibarkan oleh tim Paskibra yayasan. Tak hanya itu, bendera Nahdlatul Ulama serta bendera YPPMAC juga dikibarkan, setelah Merah Putih dikibarkan. Ketua YPPMAC, KH. Munawir Abdurrohim, bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam kesempatan itu, KH. Munawir Abdurrohim, menegaskan, santri maupun siswa untuk terus belajar sesuai aturan yang berlaku di masing-masing lembaga, baik PAUD, RA, MI, MTs/SMP Al Azhar, SMA/MA/SMK Al Azhar, dan STAIMA Al Azhar. Hal itu agar pengetahuan yang didapat tidak setengah-setengah dan ke depannya tidak kesulitan.

“Saya yakin, ketika semua santri maupun siswa belajar dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan hasil sesuai usahanya. Terbukti banyak alumni kita yang tersebar di berbagai wilayah yang ada di Indonesia, sudah sukses-sukses dan bermanfaat di masyarakat,” tegasnya.

Selain dengan belajar, lanjut KH. Munawir, para siswa dan santri juga diharuskan menjalani anjuran-anjuran agama Islam, serta mengamalkan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nadhliyyah dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu supaya keseimbangan antara pekara dunia dan akhirat tetap dijaga dengan baik, dan tentunya akan berdampak baik.

“Saya do’akan semua santri, siswa, alumni dan guru-guru yang ada di sini mendapatkan keberkahan, sukses dalam segala hal dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Selesai upacara bendera, ribuan peserta langsung melakukan ziarah kubur ke makam salah satu pendiri Ponpes Miftahul Huda Al Azhar, KH. Mad Salam Alm, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Margaluyu, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, dengan berjalan kaki. (Muhafid/Koran HR)