Rintis Wisata Baru, Pemdes Karangkamulyan Ciamis Rencanakan Gelar Festival Rock Balancing

Pemerintah Desa (Pemdes) Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, merintis destiniasi wisata baru, yakni seni Rock Balancing atau menyusun keseimbangan batu yang memanfaatkan batu-batu sungai. Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Memanfaatkan aliran sungai Citanduy di saat dangkal atau tepatnya di blok Leuwi Putri, Pemerintah Desa (Pemdes) Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, merintis destiniasi wisata baru, yakni seni Rock Balancing atau menyusun keseimbangan batu yang memanfaatkan batu-batu sungai.

Sebagai pembuka awal, pemerintah desa setempat mengajak warganya untuk menggemari seni Rock Balancing yang belakangan tengah trend di beberapa daerah di Indonesia.

Kepala Desa Karangkamulyan, M. Abdul Haris, mengungkapkan, di musim libur sekolah serta memanfaatkan sungai Citanduy yang tengah dangkal akibat kemarau, pihaknya mengajak dan memperkenalkan kepada warganya seni menyusun kesimbangan batu sembari mengajak anak-anaknya bermain di sungai.

“Tak hanya bermain Rock Balancing saja, tetapi kami pun mengajak warga menggelar botram (makan bersama) atau ngaliwet dengan membawa makanan dan bahan makanan dari rumahnya masing-masing. Selain itu, ada juga warga yang mengajak anak-anaknya berenang di sungai,” ujarnya, Senin (09/07/2018).

Haris mengatakan, awalnya ada beberapa pemuda setempat yang mencoba belajar seni menyusun kesimbangan batu. Berawal dari situ, tambah dia, pemuda setempat yang menekuni seni Rock Balancing itu semakin banyak. “Akhirnya trend ini tak hanya digemari oleh kaum pemuda saja, tetapi anak-anak, bapak-bapak hingga ibu-ibu di sini juga jadi ikutan. Alhamdulilah warga kami jadi memiliki tempat wisata gratis,” katanya sembari berseloroh.

Menurut Haris, para pemuda Karangkamulyan terinsipriasi seni rock balancing ini dari informasi di media sosial. Kemudian mereka belajar secara otodidak dan akhirnya bisa dengan sendirinya. “Sekarang tak hanya orang dewasa saja yang sudah mahir, tetapi anak-anak juga tak sedikit yang bisa menyusun batu dengan sempurna,” ujarnya.

Haris juga berencana akan menggelar festival Rock Balancing di blok Leuwi Putri Sungai Citanduy pada tahun depan. Pesertanya, kata dia, tak hanya warga setempat, tetapi juga terbuka untuk umum.

“Awalnya mau musim kemarau tahun sekarang, tetapi belum ada sponsornya. Sambil merencanakan dan persiapan lebih matang, kami putuskan festival rock balancing akan dimulai tahun depan saja. Mudah-mudahan konsep acaranya bisa dibuat meriah,” harapnya.

Sementara itu, Endang (56), salah seorang warga saat ditemui di lokasi, mengatakan, seni Rock Balancing tak hanya sekedar menumpuk batu, tetapi ada nilai seni yang membutuhkan keterampilan dan konsentrasi saat melakukannya.

“Kalau hanya sekedar menumpuk batu berbentuk kerucut atau pagoda itu mah gampang, tetapi menumpuk batu dengan metoda seni rock balancing butuh latihan lama dan konsentrasi penuh. Kalau berhasil, ada kepuasan batin tersendiri,” katanya.

Menurut Endang, seni Rock Balancing tak hanya berlatih keterampilan saja, tetapi juga bisa digunakan sebagai sarana refreshing untuk menghilangkan penat setelah melakukan rutinitas bekerja. “Hiburan gratis juga, sambil bawa bermain anak-anak yang tengah liburan sekolah,” ujarnya. (Her2/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA