Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita CiamisRumah Nyaris Ambruk, Warga Ciamis Ini Butuh Perhatian Pemerintah

Rumah Nyaris Ambruk, Warga Ciamis Ini Butuh Perhatian Pemerintah

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Mak Inah (70), warga Dusun Rawa 1, Desa Rawa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, butuh perhatian pemerintah. Pasalnya, Mak Inah hidup dalam keadaan susah, tinggal di rumah nyaris ambruk dan belum pernah menerima bantuan apapun.

Ketika ditemui Koran HR, Senin (09/07/2018), Mak Inah mengaku belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah. Terkadang, Mak Inah merasa iri kalau melihat orang yang hidupnya lebih mapan tapi justru menerima bantuan dari pemerintah.

Menurut Mak Inah, berbagai persyaratan untuk permohonan bantuan sudah dia berikan. Tapi entah apa sebabnya, sampai sekarang permohonan bantuan tersebut belum ada satupun yang terealisasi.

Mak Inah juga mengaku tidak ingin menyalahkan pihak manapun. Hanya saja, bantuan seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), PKH dan bantuan stimulan perumahan swadaya sangat betul dia harapkan.

“Sebab, kondisi rumah saya sudah mau ambruk,” katanya.

Kasi Ekonomi dan Pembangunan Desa Rawa, Saepudin, membenarkan bahwa Mak Inah hidupnya serba susah dan belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sejauh ini, Mak ini hanya mendapatkan bantuan secara swadaya dari masyarakat.

“Memperbaiki rumahnya saja dilakukan melalui swadaya dan gotong-royong masyarakat. Padahal pemerintah desa sudah mengusulkannya. Dalam hal ini, kami tidak tahu alasannya, berbagai usulan permohonan yang diajukan belum ada satupun yang terealisasi. Padahal, batul-betul layak untuk mendapatkan bantuan dan perhatian,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Rawa, Kurniawan, menjelaskan, semua data untuk berbagi usulan bantuan bagi masyarakat tidak mampu, setiap tahun dilaporkan ke pemerintah kabupaten.

“Kami belum tahu apa yang menjadi kendala sampai-sampai belum juga terealisasi. Yang jelas nama dan data tersebut sudah diusulkan. Mudah-mudahan saja, berbagai usulan yang disampaikan bisa terealisasi semuanya. Sebab, terakomodir tidaknya semua usulan bukan kewenangan pihak pemerintah desa,” katanya. (Dji/Koran HR).