Seorang Penumpang KA 92 Malabar Meninggal dalam Perjalanan Bandung-Yogyakarta

Petugas kesehatan di Pos Kesehatan Stasiun KA Banjar, saat melakukan cek medis kepada seorang penumpang yang meninggal dunia dalam kereta api. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Seorang penumpang Kereta Api (KA) 92 Malabar relasi Bandung-Yogyakarta, meninggal dunia di dalam KA yang ditumpanginya, Selasa (23/07/2018) malam. Penumpang berjenis kelamin perempuan itu meninggal di perjalanan usai berwisata dari Bandung bersama suami, anak dan dua orang cucunya.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Koran HR, korban bernama Sri Lestari (61), warga Condong Catur, Sleman, Yogyakarta, meninggal dunia dalam perjalanan antara Stasiun Ciamis dan Banjar.

Sebelum meninggal, yakni selepas Stasiun Ciamis, korban sempat makan nasi, namun ia tersedak dan langsung pingsan. Di dalam KA, semua penumpang bingung karena tak bisa memberi pertolongan.

“Kami usai wisata dari Bandung, tapi diperjalanan kami mengalami musibah. Diperkirakan ibu meninggal sekitar pukul 19.20 WIB, saat masih dalam kereta antara stasiun Ciamis-Banjar. Sebelumnya ibu juga sempat sholat Isya di dalam kereta sambil duduk. Ya, kami pasrah dan ikhlas atas meninggalnya ibu,” tutur Serli (30), anak korban.

Selanjutnya, tiba di Stasiun KA Banjar, petugas dan keluarga mengevakuasi korban. Kemudian korban dibawa ke Pos Kesehatan yang ada di stasiun, untuk dilakukan pengecekan medis oleh petugas kesehatan. Setelah dilakukan cek medis, ternyata benar korban telah meninggal dunia.

“Kami belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban. Untuk sementara korban diduga terkena serangan jantung,” kata Irfan, petugas medis di Stasiun KA Banjar.

Kemudian, pihak Stasiun KA Banjar menghubungi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjar. Korban dievakuasi dan jenazahnya langsung dibawa menggunakan ambulance milik PMI ke Sleman, Yogyakarta.

Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta api, tapi ikut mendampingi jenazah menggunakan ambulance ke Yogyakarta.

“Setelah persetujuan pihak keluarga, kami pun langsung membawa jenazah korban menggunakan ambulance ke Yogyakarta,” ujar Alfan petugas PMI Banjar. (Hermanto/R3/Koran-HR)

Aegis Boost Pro