Tangani Sampah Plastik, MIS Al-Kasysyaf Banjar Kembangkan Ecobrick

Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Kasysyaf, saat menerima kunjungan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar. Photo: Istimewa.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Kasysyaf bersiap untuk mengembangkan sekolah berbasis lingkungan. Madrasah yang berlokasi di Jalan Ir. Purnomosidi, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar ini, kini sedang menggiatkan para santrinya untuk mengolah sampah plastik melalui ecobrick.

Ecobrick adalah pengolahan sampah plastik menjadi material ramah lingkungan. Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi menumpuknya sampah plastik. Material ramah lingkungan tersebut dibuat dengan memasukkan dan memadatkan sampah plastik yang sudah bersih dan kering ke dalam botol plastik bekas. Untuk memadatkannya menggunakan menggunakan tongkat kecil.

Kepala MIS Al-Kasysyaf, Elia Nurhaeni, mengatakan, sejak dua tahun lalu sekolahnya telah mengembangkan ecobrick, yaitu menyusun bata yang terbuat dari botol air mineral yang diisi sampah plastik. Dalam satu botol berisikan 2,5 ons sampah plastik.

“Lumayanlah, kekuatan botol plastik itu sama dengan bata. Kalau ditumpuk untuk membuat kaki meja, itu pasti kuat,” katanya, Jum’at (20/07/2018).

Kegiatan ecobrick di MIS Al-Kasysyaf telah menghasilkan sejumlah produk yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti halnya kursi kecil, meja, penyekat ruangan, pot bunga, tempat sampah kering serta aksesoris lainnya yang di pajang ruang-ruang kelas.

Menurut Elia, kreatifitas, inovasi, dan visi yang jauh ke depan adalah kunci keberhasilan dunia pendidikan, dan MIS Al-Kasysyaf telah memulainya. Hal itu pun mendapat perhatian dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar.

Selain itu, MIS Al Kasysyaf yang telah mengembangkan ecobrick selama 2 tahun ini, juga mendapat kunjungan dan apresiasi postif dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar.

Bahkan, pihak DLH akan melibatkan MIS Al Kasysyaf dalam program Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL). Dalam waktu dekat ini, madrasah tersebut akan dilibatkan pula dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia yang bertema “Beat Plastic Pollution, If You Can’t Reuse It, Refuse It,” sebagaimana tema yang ditetapkan United Nations Environment Programme (UNEP). (Eva/Koran HR)