Tata Kawasan Wisata, Pemkab Pangandaran Kembali Bangun Ruang Terbuka Hijau

Lokasi eks Puskesmas di Desa Pangandaran yang bakal dibangun RTH. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pasca pembangunan Taman Pesona, Taman Merdeka dan Taman di Bundaran Ikan Marlin, Pemkab Pangandaran bakal kembali membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lokasi eks Puskesmas di Desa Pangandaran atau dekat Tolgate pintu masuk obyek wisata Pangandaran sebelah timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran HR, pembangunan RTH ini merupakan bagian dari penataan kawasan wisata di Kabupaten Pangandaran, terutama lokasnya yang persis di berandanya daerah pariwisata ujung timur Jawa Barat ini.

Sebelum pembangunan dilakukan, Pemkab Pangandaran terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat. Bahkan, Bupati Jeje Wirdinata, Wakil Bupati H. Adang Hadari, Asda I Tatang Mulyana, Dinas terkait serta Pemerintah Kecamatan dan Desa juga turut serta dalam sosialiasi kepada masyarakat.

Menurut Jeje, RTH yang akan dibangun di atas lahan milik Pemdes Pangandaran tersebut nantinya akan dibangun beberapa fasilitas umum, termasuk bakal dijadikan pusat bermain untuk masyarakat, seperti rencana dibangunnya lapangan basket, panggung theater, perpustakaan, tempat bermain serta fasilitas lainnya.

“Untuk taman makam pahlawan Bahagia yang berada di lokasi pembangunan RTH, akan dipindahkan ke lokasi Ibu Kota Kabupaten di daerah Cijoho, Desa Parigi di lahan seluas 250 bata. Lahannya sudah kita siapkan dan akan didesain sedemikian rupa sebagai taman makam pahlaman,” kata Jeje Wiradinata dalam kesempatan sosialiasi di Aula Desa Pangandaran, Senin (09/07/2018).

Jeje menambahkan, bahwa proses penataan kawasan RTH tersebut sedang dalam proses lelang dengan nilai anggaran sekitar Rp. 3,8 miliar.

“Peningkatan jumlah kunjungan dan pendapatan dari pariwisata semakin tinggi ini tidak terlepas dari upaya penataan kawasan wisata Pangandaran. sehingga, saya merasa yakin Pangandaran ke depan bisa menjadi daerah pariwisata yang mendunia,” imbuh Jeje.

Penataan kawasan ini, lanjut Jeje, sangat efektif dan positif. Terbukti tingkat kunjungan meningkat luar biasa, apalagi setelah dibentuk tim khusus penarik retribusi di pintu masuk tolgate obyek wisata yang mana jumlah kunjungan awalnya hanya sekitar 800 ribuan orang, kini setelah ada penataan kawasan meningkat menjadi 2,4 juta orang, terhitung sampai dengan saat ini.

“Coba dari jumlah 2,4 juta orang berapa perputaran uang yang ada di Pangandaran? ini jelas akan berdampak multi efek yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Memang diakui paska relokasi tentu ada dinamika yang terjadi, tapi kita akan terus memikirkan bagaimana permasalahan bisa diatasi dan peningkatan ekonomi bisa merata,” pungkas Jeje Wiradinata. (Mad/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA