Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaBerita CiamisWarga di Kawali Ciamis Cemas, Babi Hutan dari Gunung Sawal Turun ke...

Warga di Kawali Ciamis Cemas, Babi Hutan dari Gunung Sawal Turun ke Perkampungan

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Warga Dusun Cikawung Gunung, Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali mendapat terror dari gerombolan babi hutan yang turun dari Gunung Sawal. Babi hutan atau Bagong itu dikabarkan turun ke perkampungan warga dan menggasak lahan pertanian.

Komar, warga Dusun Cikawung Gunung, mengaku babi hutan dari kawasan Gunung Sawal kini sudah turun ke permukiman dan seringkali ditemukan jejak kakinya di areal pertanian warga.

“Turunnya babi hutan ke permukiman warga diduga karena kesulitan mencari makan menyusul saat ini musim kemarau. Selain karena kelaparan, turunnya babi hutan dari Gunung Sawal bisa juga karena terdesak atau kerap diburu oleh macan tutul atau macan kumbang yang sama tengah kelaparan akibat kemarau,” terangnya, kepada HR Online, Minggu (15/07/2018).

Hal senada dikatakan Engkus, (69) warga lainnya. Dia mengatakan, babi hutan akhir -akhir ini sudah kembali masuk perkampungan. Bahkan, menurutnya, kerap menggasak lahan pertanian. “Kami minta pihak terkait untuk turun tangan membantu warga dalam memberantas hama babi. Selain merusak lahan pertanian, kami juga khawatir keberadaan babi hutan yang turun ke perkampungan mencelaki warga,”ujarnya, kepada HR Online, Minggu (15/07/2018).

Sementara itu, Maman (56), warga Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, yang terbiasa berburu burung di Gunung Sawal, mengaku saat tengah berburu di hutan Gunung Sawal, pekan lalu, dirinya melihat macan tengah mengejar babi hutan. “Biasanya di area hutan yang sering dijadikan tempat berburu burung itu tidak pernah ada babi hutan, apalagi macan. Karena posisi areal hutan itu masih berada di kaki gunung. Tapi kemarin saya kaget kok ada langkah dan suara macan yang tengah mengejar babi hutan,” ujarnya, kepada HR Online, Minggu (15/07/2018).

Maman mengatakan, setelah menemukan macan dan babi hutan, dirinya kini takut untuk kembali berburu di Gunung Sawal. “Untung saja saat mendengar suara macan, posisi saya cukup jauh dan berada di bawah. Hanya, dari kejauhan sempat terlihat langkah macan yang tengah mengejar-ngejar babi hutan. Ketika melihat macan, saya bersama dua orang kawan langsung lari dan meninggalkan area hutan,” katanya.

Maman menduga di saat musim kemarau macan tengah kesulitan mencari makanan di area habitatnya. Karena itu, macan turun dari habitatnya untuk mencari makanan. “Jadi, babi hutan dari Gunung Sawal turun ke perkampungan, karena keberadaannya terancam setelah kerap dikejar oleh macan,”pungkasnya. (Edji/R2/HR-Online)