6 Tahun Pembangunan Mesjid Agung Panjalu Ciamis Terbengkalai, Warga Gelar Aksi

Puluhan warga di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat menggelar aksi gotong royong di areal bangunan Mesjid Agung Panjalu, Kamis (23/08/2018). Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Puluhan warga di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggelar aksi gotong royong di areal bangunan Mesjid Agung Panjalu, Kamis (23/08/2018). Mesjid yang pembangunannya belum selesai sejak dibangun pada tahun 2012 ini, kini kondisinya terbengkalai.

Aksi warga ini sebenarnya sebagai aksi simpatik dan keperihatinan terhadap progres pembangunan Mesjid Agung yang sudah lama terbengkalai. Melalui aksi ini diharapkan bisa menggugah pemerintah ataupun dermawan, khususnya warga Panjalu yang berada di kampung halaman ataupun yang berada di perantauan, untuk menyumbangkan sebagian hartanya guna menyelesaikan pembangunan mesjid tersebut. Karena penyebab terbengkalainya pembangunan mesjid diakibatkan dari permasalahan dana.

Dari pantauan di lapangan, warga yang datang ke areal pembangunan mesjid sebagian besar membawa peralatan, seperti cangkul, alat pemotong rumput dan perkakas bangunan lainnya. Warga pun menargetkan aksi gotong royong ini dilakukan secara berkelanjutan hingga minimal bangunan dalamnya bisa dipergunakan untuk beribadah.

Menurut Koordinator Aksi, Aan Gunawan, saat ditemui di lokasi masjid, Mesjid Agung Panjalu ini pada tahun 2012 lalu dibongkar habis dan rencananya akan dibangun kembali dengan struktur bangunan serta desain arsitektur baru. Namun, kata dia, ketika progres pembangunan sudah hampir mencapai 60 persen, pengerjaannya terhenti akibat kehabisan dana.

“Kami menggelar aksi ini karena prihatin terhadap keberlangsungan pembangunan mesjid agung yang tidak jelas progresnya. Makanya, kami menggelar aksi agar masyarakat tergugah untuk bersama-sama memikirkan dan menyelesaikan pembangunan mesjid agung,” ujarnya.

Menurut Aan, selain sebagai icon daerah, mesjid agung di Panjalu keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat. Karena, kata dia, sebelum mesjid itu dirobohkan, warga di beberapa dusun yang berada di Desa Panjalu banyak yang memilih sholat berjamaah di mesjid agung, terutama pada waktu sholat Jum’at.

“Selain karena kebutuhan, mesjid agung juga sebagai icon atau kebesaran sebuah daerah. Apalagi Panjalu sebagai daerah tujuan wisata. Terlebih Panjalu dikenal dengan wisata religi Situ Lengkong. Jadi, sangat disayangkan apabila daerah yang dikenal sebagai tujuan wisata religi, tidak memiliki mesjid agung yang memadai,” ujarnya.

Selain menggelar aksi simpatik, warga pun berencana akan membuat kaos bertuliskan peduli mesjid. Keuntungan dari penjualan kaos itu seluruhnya akan disumbangkan untuk menambahkan dana pembangunan mesjid. “Ibaratnya, gerakan ini sebagai pelopor agar semua pihak tergerak untuk bersama-sama menyelesaikan pembangunan mesjid,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua DKM Masjid Agung Panjalu, Aleh Saleh, mengapresiasi inisiatif warga yang mendorong sekaligus mencari solusi untuk menyelesaikan pembangunan mesjid. Dia mengatakan, pihaknya sudah beusaha menggalang dana untuk menyelesaikan pembangunan mesjid. Namun, dana yang dikumpulkan belum cukup untuk menuntaskan seluruh pembangunan.

“Sejak kepanitian pembangunan mesjid diserahkan kepada DKM, kami terus berupaya untuk menyelesaikan pembangunan dengan cara mengggalang dana bantuan dari masyarakat. Namun, dana sumbangan dari masyarakat belum cukup untuk menuntaskan pembangunan. Kami pun sudah berupaya meminta bantuan ke pemerintah, namun hingga saat ini belum terealisasi,” ujarnya.

Aleh menegaskan dengan adanya gerakan dari masyarakat ini diharapkan bisa menggugah semua pihak untuk bersama-sama menuntaskan pembangunan mesjid agung yang sudah cukup lama terbengkalai. (Her2/R2/HR-Online)

Loading...