Awas! Kecanduan Main Game Bisa Sebabkan Kelumpuhan

Kecanduan bermain game. Photo: Net/Ist.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),- Jika Anda termasuk orang yang kecanduan main game, sebaiknya Anda harus waspada. Pasalnya, baru-baru ini seorang gamer asal China dilaporkan mengalami kelumpuhan setelah berjam-jam bermain game.

Dikutip dari situs berita China QQ, gamer itu mengalami mati rasa pada bagian pinggang hingga ke bagian bawah. Pada waktu kejadian, teman-temannya yang berada di warnet langusng meminta bantuan ambulans untuk membawanya ke rumah sakit.

Namun anehnya, sebelum dibawa ke dalam ambulans, gamer tersebut meminta teman-temannya untuk tetap melanjutkan permainan yang belum sempat diselesaikan olehnya.

Sebagai informasi, bahwa saat ini China punya masalah kesehatan yang cukup krusial, yakni kecanduan game. Atas kejadian ini China disebut sebagai negara pertama yang mengenali kecanduan game sebagai masalah klinis, bahkan sering disebut sebagai ‘heroin digital”.

Kecanduan game menyasar semua usia

Kecanduan game tak hanya terjadi di kalangan anak-anak, namun juga bisa terjadi pada kalangan orang dewasa. Baru-baru ini kecanduan game diklasifikasikan sebagai penyebab timbulnya ganguan mental seseorang.

Salah satu anggota WHO’s Department of Mental Health and Substance Abuse, Vladimir Poznyak, menjelaskan, kecanduan game perlu dilihat sebagai isu penting, sebab hal ini menyangkut kesehatan seseorang.

Dia juga mengatakan, para ahli kesehatan harus mengenali bahaya kecanduan game yang mungkin saja dapat berdampak serius pada kesehatan. Sebagian besar orang mungkin menganggap bermain game tidak akan menyebabkan gangguan mental. Tapi dalam kondisi tertentu, sesuatu yang berlebihan bisa mengakibatkan efek buruk.

Penelitian dari University of Oxford’s Internet Institute menyelidiki perkembangan seseorang yang kecanduan game. Dalam penelitian itu menemukan 2-3 persen dari 19.000 laki-laki dan perempuan yang disurvei di Inggris, Amerika, Kanada dan Jerman, mengakui bahwa mereka yang kecanduan main game mengalami gejala gangguan kejiwaan. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA