Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita CiamisBayi di Ciamis Lahir Tanggal 17 Agustus, ”Ultahnya Nanti Dirayakan Oleh Rakyat...

Bayi di Ciamis Lahir Tanggal 17 Agustus, ”Ultahnya Nanti Dirayakan Oleh Rakyat Indonesia,”

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Seorang bayi perempuan dari pasangan Dadang (28) dan Nisa (23), warga Dusun Cieurih, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, lahir secara normal di RSUD Ciamis pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus tahun 2018 pukul 06.04 WIB. Bayi ini tentunya istimewa, karena tanggal lahirnya bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73.

Bayi yang memiliki paras cantik ini merupakan anak pertama. Bayi yang belum diberi nama ini memiliki berat badan 2,7 kg dan panjang 48 centimeter.

“Tidak menyangka anak saya lahir bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI. Padahal, tidak direncanakan sebelumnya. Karena kami memilih bayi lahir secara normal tanpa operasi sesar. Terlebih bayi kami terlahir dengan kondisi sehat dan tanpa cacat. Alhamdulih kami sangat bersyukur,” ujar Dadang, Ayah dari si bayi, saat ditemui di RSUD Ciamis, Jum’at (17/08/2018).

Menurut Dadang, anak pertamanya ini sangat di tunggu-tunggu kelahirannya, terutama oleh keluarga besarnya. Dia mengatakan semua hari atau tanggal kelahiran tak ada yang buruk, semuanya bagus, namun sangatlah istimewa apabila hari kelahiran bertepatan dengan sebuah moment sakral.

“Hari atau tanggal apapun semuanya baik. Tapi lahir tanggal 17 Agustus sangatlah istimewa. Anak saya nanti kalau ultah (ulang tahun), akan dirayakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Dadang sembari tertawa sumringah.

Awalnya, Dadang menyangka anaknya akan lahir pada tanggal 16 Agustus malam. Karena istrinya sudah mengalami kontraksi pada Kamis (16/08/2018) sekitar pukul 18.00 WIB. “Kemarin menjelang magrib istri saya sudah merasa mules pertanda akan melahirkan. Kemudian istrinya saya langsung dibawa ke Puskesmas Cipaku untuk dilakukan persalinan,” ujarnya.

Namun, tambah Dadang, saat bidan melakukan pemeriksaan, ternyata pada kandungan istrinya terdapat masalah, sehingga harus dirujuk ke RSUD Ciamis untuk dilakukan persalinan melalui operasi sesar.

“Setelah dibawa ke RSUD, masalah pada kandungan istri saya ternyata bisa tertangani dan dokter membolehkan untuk dilakukan persalinan secara normal. Alhamdulilah persalinan istri saya tidak melalui operasi sesar, tetapi akhirnya secara normal,” katanya.

Dadang juga mengaku masih memilih-milih nama yang tepat untuk diberikan kepada  bayinya. Menurutnya, dirinya masih memikirkan sembari berdiskusi dengan istrinya untuk memberi nama kepada sang bayi.

“Kami tentunya akan memilih nama yang mengandung doa untuk si bayi. Karena menurut pepatah orangtua, nama untuk si bayi harus yang mengandung doa dan harapan dari orangtuanya. Hal itu agar bayi tersebut ketika dewasa nanti bisa menjadi anak baik, sehat dan pintar,”pungkasnya. (Her2/R2/HR-Online)